Petakan serangan udara AS
Militer Iran dilaporkan berhasil memetakan pola penerbangan jet tempur serta pesawat pengebom Amerika Serikat (AS). Keberhasilan intelijen ini memungkinkan Teheran untuk membangun sistem pertahanan udara yang jauh lebih efektif dalam menangkal serangan udara AS di masa mendatang.
Laporan tersebut diungkapkan oleh The New York Times (NYT) dengan mengutip keterangan dari seorang pejabat militer senior AS yang dilaporkan laman Al Mayadeen, Selasa(19/5/2026). Pejabat tersebut menambahkan, Teheran juga memanfaatkan momentum gencatan senjata untuk mengevakuasi rudal dan peluncur dari posisi-posisi yang sebelumnya sempat dibom oleh pasukan koalisi.
Menurut sumber tersebut, para komandan militer Iran—yang diduga kuat mendapat bantuan teknis dari Rusia—secara intensif menganalisis rute dan pola terbang jet tempur serta pengebom AS, termasuk armada pesawat yang terlibat dalam serangan udara baru-baru ini.
Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat
Ia memperingatkan bahwa insiden jatuhnya jet tempur F-15E milik AS bulan lalu, serta tembakan darat yang menyasar jet siluman F-35, menjadi bukti nyata bahwa taktik udara AS kini telah menjadi sangat mudah diprediksi. Celah inilah yang dimanfaatkan Iran untuk menyusun strategi pertahanan yang lebih efisien.
