Viral Video Aktivis Global Sumud Flotilla Ditahan, Propaganda Israel Dipertanyakan

ondisi para peserta Global Sumud Flotilla yang diculik Israel setibanya di Pelabuhan Ashdod, Rabu (20/5/2026).
ondisi para peserta Global Sumud Flotilla yang diculik Israel setibanya di Pelabuhan Ashdod, Rabu (20/5/2026). - (X)
0 Komentar

OPERASI senyap mesin propaganda Israel, Hasbara, yang didanai hingga ratusan juta dolar dilaporkan hancur lebur di mata internasional. Pemicunya adalah kebocoran video amatir yang disebarkan sendiri oleh Menteri Keamanan Nasional Israel yang beraliran ekstrem kanan, Itamar Ben Gvir.

Dalam video yang viral tersebut, Ben Gvir dengan pongah memamerkan aksi kekerasan terhadap para relawan kemanusiaan dari Global Sumud Flotilla (GSF) yang disiksa oleh tentara pendudukan. Rekaman tak beradab ini langsung merusak narasi ‘Israel sebagai korban’ yang selama ini dibangun pasca-agresi dan genosida di Jalur Gaza.

Sebelumnya, tentara pendudukan Israel secara brutal mencegat konvoi kapal-kapal GSF di perairan internasional. Mereka menculik ratusan relawan asing yang hendak menyalurkan bantuan kemanusiaan darurat bagi warga Palestina di Gaza, lalu menyiksa mereka di bawah todongan senjata.

Kedok ‘Memperindah Citra Pendudukan’ Terbongkar

Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat

Selama beberapa dekade, Tel Aviv sangat bergantung pada Hasbara—agen propaganda resmi negara—untuk membenarkan setiap kebijakan fasis dan agresi militer mereka di tanah Palestina kepada komunitas internasional.

Peneliti kebijakan Palestina di Al Shabaka: Jaringan Kebijakan Palestina, Fathi Nimer, memaparkan bahwa Hasbara bekerja memilah dan memanipulasi narasi agar sesuai dengan konsumsi berbagai audiens global. Target utamanya adalah mencuci otak publik internasional agar percaya bahwa tindakan keji militer Israel adalah bentuk pertahanan diri.

“Asumsi mendasar dari Hasbara adalah bahwa Israel selalu benar, tetapi dunia sama sekali tidak memahaminya,” cetus Nimer kepada Al Jazeera, dikutip Jumat (22/5/2026).

Akibat gelombang isolasi dan boikot internasional yang kian mencekik pasca-perang di Gaza, anggaran negara Israel untuk mendanai Hasbara dilaporkan melonjak gila-gilaan. Dari yang semula hanya berkisar US15jutapadatahun2023,melonjakdrastishinggamenyentuhangkarekorUS700 juta (sekitar Rp11,2 triliun) pada tahun 2026 ini.

Ben Gvir Jual Video Penyiksaan demi Pemilu Lokal

Namun, proyek pencucian citra senilai ratusan juta dolar tersebut langsung dicabik-cabik oleh kesombongan Ben Gvir. Dalam video yang sengaja ia sebar ke basis pendukungnya, terlihat seorang relawan GSF dijambak rambutnya dan dipaksa berlutut dalam kondisi terhina di depan menteri sayap kanan Yahudi tersebut.

0 Komentar