Ahmad Bahar menyebut putrinya berada di lokasi dari sekitar pukul 18.00 hingga pukul 23.00 WIB. Ia mengaku baru mengetahui detail kejadian yang dialami Ilma setelah berbicara dari hati ke hati pada Senin (18/5) malam.
“Kalau saya tahu sebelum perdamaian itu dibuat, saya tidak akan mungkin berdamai,” ujarnya.
Ahmad Bahar menilai putrinya mengalami tekanan psikis dan kekerasan verbal saat berada di markas GRIB Jaya. Ia mengatakan tekanan terbesar dialami Ilma saat berhadapan langsung dengan Hercules.
Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat
“Yang paling membuat dia tertekan adalah oleh Bung Hercules itu sendiri,” kata Bahar.
Ia juga mengungkap adanya ucapan dari anggota GRIB Jaya yang disebut menyampaikan data pribadi Ilma, termasuk tanggal lahirnya.
Menurut Bahar, putrinya sempat menangis ketika data tersebut disebutkan.
“Dia nangis ketika ditanya, ‘Saya tahu datamu, data ayahmu saya juga tahu. Kamu lahir tanggal 17 kan?’” ujar Bahar.
Ia menyebut dugaan penyebutan data pribadi itu dilakukan tim hukum GRIB.
Atas peristiwa itu, Ahmad Bahar mengatakan keluarga akan menempuh jalur hukum terpisah dari persoalan video AI yang sebelumnya telah diselesaikan.
Ia menyebut pihaknya akan berkonsultasi lebih dulu ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Komnas Perempuan, hingga pelaporan ke pihak kepolisian.
“Nanti kita konsultasi dulu ke LPSK, kemudian ke perlindungan perempuan, terus pada akhirnya mau tidak mau ke Polda Metro,” katanya.
Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Riset dan Advokasi Kebijakan Publik LBH PP Muhammadiyah Ghufroni mengatakan pihaknya menargetkan pengaduan dilakukan dalam waktu dekat.
“Kita usahakan secepatnya, mungkin hari Kamis kita akan ke LPSK, termasuk ke Komnas Perempuan dan beberapa instansi yang terkait perlindungan perempuan,” kata Ghufroni.
Selain itu, LBH Muhammadiyah juga berencana meminta perlindungan hukum dan jaminan keamanan ke Mabes Polri.
“Jangan sampai peristiwa yang kemarin berturut-turut dua hari itu terulang kembali,” ujar Ghufroni.
