Putri Ahmad Bahar Mengaku Diintimidasi di Markas GRIB Jaya, Hercules Disebut Tak Percaya Akun Diretas

Konferensi Pers LBH PP Muhammadiyah terkait dugaan penggerebekan rumah penulis Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok
Konferensi Pers LBH PP Muhammadiyah terkait dugaan penggerebekan rumah penulis Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok oleh ormas GRIB Jaya di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta pada Selasa (19/5/2026).
0 Komentar

Usai persoalan dugaan peretasan itu, anggota GRIB disebut mendatangi rumah Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok pada Jumat (15/5) untuk meminta klarifikasi terkait pesan dan video yang terkirim.

Ilma mengatakan dirinya telah menjelaskan sejak awal bahwa akun WhatsApp miliknya diretas.

“Datang anggota dari GRIB untuk minta klarifikasi apa benar kita yang kirim. Saya jelaskan dari awal sampai akhir kalau memang akun saya di-hack,” ujarnya.

Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat

Ilma mengira persoalan selesai setelah pertemuan tersebut. Namun situasi berubah ketika anggota GRIB kembali mendatangi rumah keluarganya pada Minggu (17/5).

Pada Minggu (17/5), saat Bahar dan istrinya tidak berada di rumah, Ilma hanya bersama adiknya dan neneknya yang sedang sakit. Saat itu sejumlah orang datang mencari Ilma. Mereka tidak percaya bahwa Bahar tidak berada di rumah.

“Mereka mendesak anak saya untuk menunjukkan ke dalam rumah, masuk ke rumah, mencari saya di dalam rumah,” kata Bahar.

Ilma mengaku berada dalam situasi sulit karena saat itu belum ada aparat lingkungan maupun petugas keamanan.

“Mereka terus mendesak saya, ‘coba dicek, dek, di dalam pasti ada Bapak’,” kata Ilma.

Akhirnya, Ilma mengantar satu orang masuk untuk memastikan ayahnya memang tidak berada di rumah.

“Dilihat satu orang saja sebenarnya. Terus sampai ke luar lagi bilang, ‘iya enggak ada’,” ujarnya.

Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab

Namun setelah itu, Ilma diminta ikut ke kantor GRIB Jaya di Kedoya, Kebon Jeruk. Ia sempat menolak karena merasa tidak memiliki kaitan dengan persoalan tersebut.

“Saya juga memang tidak mau ya. Yang dicari Bapak, kenapa saya harus ikut?” ujar Ilma.

Ilma akhirnya berangkat ke kantor GRIB Jaya, pada Minggu (17/5), setelah mendapat pendampingan dari Ketua RW setempat. Ia tiba di lokasi sekitar waktu Magrib dan menunggu kedatangan Hercules.

Menurut pengakuannya, Hercules tetap tidak percaya bahwa akun WhatsApp miliknya diretas.

“Pak Hercules masih tetap tidak percaya bahwa akun saya di-hack. Saya merasa tertekan, terintimidasi,” katanya.

0 Komentar