Kongres AS Ungkap Kerugian Besar Perang Iran: 42 Pesawat Hancur

Jet tempur F-35 Amerika Serikat AFP)
Jet tempur F-35 Amerika Serikat AFP)
0 Komentar

LAPORAN terbaru dari Kongres Amerika Serikat mengungkap fakta mengejutkan mengenai kerugian material yang dialami militer AS sejak dimulainya perang dengan Iran. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa lebih dari 40 pesawat militer AS hilang atau rusak dalam operasi yang dikenal sebagai Operation Epic Fury.

Secara total, terdapat 42 pesawat yang hancur, mencakup jet tempur canggih, pesawat pengintai, hingga drone. Kerugian ini disebabkan oleh berbagai insiden, mulai dari pertempuran langsung hingga insiden tragis tembakan teman sendiri (friendly fire).

Rincian Kerugian Pesawat dan Estimasi Biaya

Laporan tersebut merinci jenis-jenis pesawat yang hilang yang menunjukkan skala intensitas konflik di wilayah tersebut. Beberapa kehilangan yang paling menonjol meliputi:

Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat

  • 1 unit F-35A Lightning II: Jet tempur siluman ini diperkirakan bernilai US$110 juta.
  • 4 unit F-15E Strike Eagle: Tiga di antaranya jatuh akibat friendly fire di atas Kuwait pada 2 Maret, sementara satu lainnya ditembak jatuh di Iran pada 5 April. Total kerugian untuk unit ini mencapai hampir US$300 juta.
  • 7 unit KC-135 Stratotanker: Pesawat pengisi bahan bakar ini jatuh di wilayah udara sekutu, dengan estimasi biaya penggantian mencapai US$1,8 miliar.
  • 24 unit MQ-9 Reaper & 1 unit MQ-4C Triton: Kehilangan besar pada armada drone pengintai dan penyerang.
  • Pesawat lainnya: Termasuk 1 unit A-10 Thunderbolt II, 1 unit E-3 Sentry AWACS, 2 unit MC-130J Commando II, dan 1 helikopter penyelamat HH-60W Jolly Green II.

Pentagon dilaporkan merevisi estimasi biaya perbaikan dan penggantian total dari US$25 miliar menjadi US$29 miliar atau sekitar Rp510 triliun. Meskipun biaya penggantian fisik pesawat diperkirakan sekitar US$7 miliar, valuasi sebenarnya bervariasi karena beberapa model sudah tidak diproduksi lagi.

Konteks Konflik:Perang pecah setelah Presiden Donald Trump meluncurkan serangan pada 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Hal ini memicu kerusuhan regional dan blokade Iran di Selat Hormuz.

Reaksi Iran dan Dampak Domestik AS

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengejek laporan tersebut dengan menyatakan bahwa Kongres AS akhirnya mengakui kerugian miliaran dolar. Ia juga mengeklaim bahwa angkatan bersenjata Iran yang pertama berhasil menembak jatuh jet tempur F-35 yang selama ini dibanggakan AS.

0 Komentar