Relawan Flotilla Gaza Akhirnya Keluar dari Penjara Ketziot

ondisi para peserta Global Sumud Flotilla yang diculik Israel setibanya di Pelabuhan Ashdod, Rabu (20/5/2026).
ondisi para peserta Global Sumud Flotilla yang diculik Israel setibanya di Pelabuhan Ashdod, Rabu (20/5/2026). - (X)
0 Komentar

Dalam catatan Tim Pelaporan Insiden GSF, para anggota GSF dijadwalkan diberangkatkan menggunakan tiga penerbangan carter Turkish Airlines yang akan lepas landas dari wilayah Palestina yang diduduki antara pukul 14.50 hingga 15.10 waktu Palestina.

Tiga nomor penerbangan yang disebut akan digunakan adalah TK6919, TK6921, dan TK6925.

Laporan itu juga menyebut penerbangan Turkish Airlines menuju bandara tersebut bukan merupakan rute reguler. Pemerintah Turki disebut menyewa penerbangan khusus untuk proses pemindahan anggota GSF ke Istanbul.

Baca Juga:Fatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas MencuatSMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di Kalbar

Selain itu, laporan tersebut menyinggung sejarah wilayah Umm Al Rashrash yang kini menjadi lokasi bandara. Menurut laporan GSF, bandara tersebut dibangun di atas tanah desa Palestina Umm Al Rashrash, yang penduduknya terusir dalam peristiwa Nakba pada 1948.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Turki maupun otoritas Israel terkait laporan tersebut.

Sebelumnya, Israel dilaporkan akan mulai membebaskan sejumlah relawan Global Sumud Flotilla 2.0 hari ini waktu Israel. Langkah ini setelah Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez melayangkan kecaman keras atas perlakuan terhadap para relawan itu.

Perdana Menteri Pedro Sanchez mengecam video yang menampilkan menteri Israel Itamar ben Gvir “mempermalukan” peserta armada. ia mengatakan tindakan itu keterlaluan dan tak bisa diterima. “Kami tidak akan mentolerir siapa pun yang menganiaya warga negara kami,” kata dia dalam unggahan di X.

Dia menegaskan larangan wilayah nasional terhadap Ben-Gvir yang dia umumkan pada September. “Sekarang kami akan mendorong Brussel agar sanksi ini segera ditingkatkan ke skala Eropa,” tulisnya.

Tak lama setelah kecaman itu, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengumumkan sebanyak 44 aktivis Spanyol yang diculik Israel akan dideportasi ke Spanyol melalui Turki dalam penerbangan yang berangkat pada pukul 15.00, Kamis (21/5/2026) waktu Israel.

Pada Rabu, Albares mengutuk perilaku Israel terhadap aktivis armada tersebut, dan menyebut perlakuan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir terhadap mereka sebagai tindakan yang “mengerikan, tidak bermartabat, dan memalukan.”

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

Armada tersebut dicegat oleh Angkatan Laut Israel pada Selasa malam, dan 428 peserta dari lebih dari 40 negara ditahan. Sekitar 90 aktivis yang ditahan mulai melakukan mogok makan, menurut Global Sumud Flotilla.

0 Komentar