LEMBAGA bantuan hukum Palestina, Adalah, mengonfirmasi seluruh aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang ditahan Israel telah dibebaskan dari fasilitas penahanan Ketziot. Kecuali satu warga Israel. semuanya sedang dalam proses deportasi.
Dalam pernyataan resminya, Adalah menegaskan operasi Israel sejak pencegatan kapal di perairan internasional hingga penahanan para aktivis sipil merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Menurut mereka, para peserta misi kemanusiaan mengalami penyiksaan sistematis, penghinaan, serta penahanan sewenang-wenang.
Pembebasan relawan ini disebut hasil kerja tim legal 100 lebih pengacara yang talh disiapkan panitia Global Sumud Flotilla.
Baca Juga:Fatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas MencuatSMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di Kalbar
Sebagian besar aktivis kini dipindahkan menuju Bandara Ramon untuk diterbangkan keluar dari wilayah Israel. Tim hukum Adalah disebut terus memantau proses pemindahan tersebut guna memastikan seluruh peserta flotilla dapat dideportasi tanpa penundaan lebih lanjut.
Meski sebagian besar aktivis asing telah memasuki tahap deportasi, proses hukum masih berlangsung terhadap seorang aktivis berkewarganegaraan Israel, Zohar Regev. Sidang terhadap Regev digelar di Pengadilan Magistrat Ashkelon.
Otoritas Israel menuduh Regev melakukan “masuk ilegal ke Israel”, “tinggal secara tidak sah”, serta berupaya menembus blokade Gaza. Namun Adalah menilai tuduhan tersebut bertentangan dengan fakta di lapangan.
Menurut tim hukum Adalah, Regev justru dibawa secara paksa oleh militer Israel dari perairan internasional menuju wilayah Israel saat sedang dalam perjalanan menuju Gaza bersama misi kemanusiaan untuk menentang blokade yang menyebabkan krisis kelaparan dan penderitaan warga Palestina.
Adalah menyatakan pihaknya kini mewakili Regev di pengadilan dan menuntut pembebasan segera tanpa syarat terhadap aktivis tersebut.
Panitia Global Sumud Flotilla juga menyampaikan sejumlah sumber diplomatik mengonfirmasi bahwa seluruh anggota GSF diperkirakan akan dibebaskan Israel hari ini. Mereka akan diterbangkan ke Istanbul, Turki, pada Kamis sore waktu setempat melalui bandara Umm Al Rashrash, yang oleh Israel dikenal sebagai Bandara Eilat/Ramon.
Informasi tersebut diterima Republika melalui grup Whatsapp keluarga kapal BoreLize. Mereka mengatakan kabar itu telah dikonfirmasi oleh sejumlah sumber, meski situasi di lapangan masih dapat berubah sewaktu-waktu.
