Situasi Terbaru 9 WNI yang Ditahan Israel dalam Misi Gaza

Tangkapan Layar Pemantau Kapal GSF yang didatangi Tentara Israel. (YouTube/Global Sumud Flotilla)
Tangkapan Layar Pemantau Kapal GSF yang didatangi Tentara Israel. (YouTube/Global Sumud Flotilla)
0 Komentar

SEJUMLAH Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi delegasi dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla diculik oleh militer Israel saat berada di laut internasional dalam perjalanan menuju Jalur Gaza, Palestina. Empat orang yang baru saja ditangkap menambah total 9 WNI yang telah diculik oleh Israel.

Berdasarkan unggahan dari akun Instagram @@globalpeaceconvoy pada tanggal 20 Mei 2026, 4 orang WNI yang juga diculik oleh tentara Israel adalah Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa yang berada di Kapal Zapyro, serta Asad Aras Muhammad, dan Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1.

Sebelumnya, lima orang WNI juga telah ditangkap oleh IDF pada 19 Mei 2026. Mereka terdiri dari satu aktivis kemanusiaan dan empat jurnalis, yakni Bambang Noroyono dari Republika yang berada di Kapal BorAlize, Andre Nugroho dari Tempo, Rahendra Herubowo dari iNews, serta Thoudy Badai dari Republika yang berada di Kapal Ozgurluk, serta Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat.

Para Aktivis Dibawa ke Israel

Baca Juga:Fatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas MencuatSMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di Kalbar

Israel sendiri juga mengakui telah menangkap para aktivis yang berada dalam kapal Global Sumud Flotilla. Mereka menyebut saat ini semua aktivis tersebut sedang menuju Israel untuk bertemu dengan konsuler mereka.

“Konvoi kapal humas lainnya telah berakhir. Ke-430 aktivis telah dipindahkan ke kapal-kapal Israel dan sedang menuju Israel, di mana mereka dapat bertemu dengan perwakilan konsuler mereka,” tulis Kementerian Luar Negeri Israel di akun X @IsraelMFA pada 20 Mei 2026.

Israel mengklaim jika penangkapan ini dikarenakan mereka mencurigai armada Flotilla sebagai bagian dari kepentingan Hamas.

“Konvoi ini sekali lagi terbukti tidak lebih dari sekadar aksi humas untuk kepentingan Hamas. Israel akan terus bertindak sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional dan tidak akan mengizinkan pelanggaran apa pun terhadap blokade laut yang sah di Gaza,” tambah mereka lagi.

Update dari Global Sumud Flotilla

Akun Global Sumud Flotilla memposting situasi penculikan ini melalui Instagram. GSF menyebut, Isra secara ilegal dan dengan kekerasan mencegat armada kapal kemanusiaan dan menculik para sukarelawan.

0 Komentar