WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai Darurat Global

Petugas kesehatan memakai pakaian pelindung saat bertugas di pusat perawatan Ebola di Beni, wilayah timur Demo
Petugas kesehatan memakai pakaian pelindung saat bertugas di pusat perawatan Ebola di Beni, wilayah timur Democratic Republic of the Congo, dalam wabah Ebola tahun 2019. Kongo kembali menghadapi lonjakan kasus Ebola yang memicu kekhawatiran penyebaran lintas negara di Afrika. (Foto: Jérôme Delay/AP Photo)
0 Komentar

Gejala awal Ebola sering kali tampak mirip dengan penyakit umum lain seperti flu, malaria, atau tifus. Penderita biasanya mengalami demam tinggi mendadak, sakit kepala berat, nyeri otot, tubuh lemas, dan sakit tenggorokan. Karena gejalanya tidak langsung khas, banyak kasus Ebola pada tahap awal sulit terdeteksi.

Namun, kondisi pasien dapat memburuk dengan cepat dalam beberapa hari. Ebola kemudian mulai menyerang sistem kekebalan tubuh dan organ-organ vital. Pasien dapat mengalami muntah hebat, diare parah, dehidrasi, gangguan fungsi hati dan ginjal, hingga pendarahan internal maupun eksternal.

Pada fase yang lebih berat, penderita bisa mengalami perdarahan dari mulut, hidung, mata, atau saluran pencernaan. Virus Ebola juga dapat merusak pembuluh darah dan mengganggu kemampuan tubuh untuk membeku, sehingga menyebabkan syok dan kegagalan organ.

Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab

Salah satu alasan Ebola sangat mematikan adalah karena virus ini menyerang beberapa sistem tubuh sekaligus dalam waktu cepat. Selain itu, banyak wilayah terdampak wabah memiliki fasilitas kesehatan terbatas, kekurangan alat pelindung, dan akses pengobatan yang minim, sehingga penanganan pasien sering terlambat.

WHO menyebut tingkat kematian Ebola bervariasi tergantung jenis virus dan kecepatan penanganan medis. Pada beberapa wabah besar, tingkat kematian Ebola bahkan pernah mencapai sekitar 90 persen. Meski begitu, peluang pasien untuk selamat dapat meningkat apabila terdeteksi lebih cepat dan mendapat perawatan intensif sejak awal.

Karena penularannya terjadi lewat cairan tubuh, Ebola juga sangat berbahaya bagi tenaga medis dan keluarga pasien yang melakukan kontak langsung tanpa perlindungan memadai. Itulah sebabnya setiap wabah Ebola hampir selalu disertai prosedur karantina ketat, penggunaan pakaian hazmat, serta pelacakan kontak secara besar-besaran untuk mencegah penyebaran lebih luas.

0 Komentar