Rp9 Miliar per Tahun untuk Rawat Bandara VVIP IKN, Dahlan Iskan Pertanyakan Efektivitasnya

Rp9 Miliar per Tahun untuk Rawat Bandara VVIP IKN, Dahlan Iskan Pertanyakan Efektivitasnya
(Courtesy YouTube Dahlan Iskan)
0 Komentar

MANTAN Menteri BUMN, Dahlan Iskan menyoroti proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) warisan era Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari sisi efisiensi ekonomi.

Menurut Dahlan, anggaran yang sudah digelontorkan ke proyek mercusuar tersebut mencapai sekitar Rp147 triliun. Namun, manfaat nyata yang dirasakan hingga kini dinilai belum jelas.

“Kita mengeluarkan sekian ratus triliun di IKN, kita dapat apa? Akan dapat apa? Belum dapat apa-apa lho,” kata Dahlan di Jakarta, dikutip Minggu (17/5/2026).

Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab

Pria yang dijuluki “Raja Koran” itu menilai proyek IKN mencerminkan lemahnya prinsip ekonomi investasi, khususnya terkait ICOR (Incremental Capital Output Ratio), yakni perbandingan antara investasi yang dikeluarkan dengan hasil ekonomi yang diperoleh.

Soroti Bandara VVIP IKN

Dahlan menilai Indonesia terlalu sering membangun proyek besar tanpa perhitungan manfaat jangka panjang yang matang. Salah satu yang disorotinya adalah pembangunan Bandara VVIP IKN atau Bandara Nusantara.

Menurut dia, dari sisi ekonomi pembangunan bandara tersebut belum memiliki urgensi karena akses dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan menuju kawasan IKN relatif dekat.

“Yang jadi pertanyaan, kenapa Bandara VVIP IKN dibangun sekarang? Ngotot harus dibangun, menurut prinsip ekonomi, ya jangan sekarang,” ujarnya.

Bandara Nusantara diketahui dibangun menggunakan APBN senilai Rp4,3 triliun. Rinciannya, sekitar Rp4,1 triliun digunakan untuk pembangunan sisi udara (airside) dan sekitar Rp800 miliar untuk pembangunan sisi darat (landside).

Bandara tersebut memiliki landas pacu (runway) sepanjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter. Spesifikasi itu memungkinkan pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777-300ER hingga Airbus A380 mendarat dengan beban maksimal.

Fasilitas sisi udara dilengkapi apron yang mampu menampung tiga pesawat berbadan lebar secara bersamaan, serta taxiway untuk mendukung efisiensi pergerakan pesawat. Sementara di sisi darat, terminal penumpang seluas 7.350 meter persegi disiapkan untuk melayani mobilisasi pejabat negara dan tamu VVIP/VIP pada tahap awal operasional.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Namun, Dahlan juga menyoroti besarnya biaya pemeliharaan bandara tersebut yang mencapai Rp9 miliar per tahun atau sekitar Rp750 juta per bulan.

0 Komentar