MALAYSIA mengakhiri operasi pencarian dan penyelamatan untuk korban tragedi kapal terbalik yang melibatkan migran Indonesia di perairan lepas pantai Pulau Pangkor, negara bagian Perak, Malaysia. Operasi SAR tersebut telah berlangsung hampir seminggu.
Dilansir Anadolu, Minggu (17/5/2026), setidaknya 16 orang tewas, sementara 23 orang berhasil diselamatkan dari insiden kapal tenggelam pada Senin (11/5). Kantor berita Bernama milik pemerintah Malaysia melaporkan kapal tersebut diperkirakan membawa 37 penumpang tanpa dokumen.
Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Perak mengatakan operasi tersebut berakhir pada Sabtu usai tidak ada penemuan baru di area pencarian.
Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab
“Informasi awal yang diperoleh pada hari pertama operasi menyatakan bahwa jumlah total korban adalah 37. Namun, angka tersebut diyakini tidak akurat,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Para korban tewas terdiri dari sembilan pria dan tujuh wanita. Jenazah para korban dikirim ke rumah sakit untuk otopsi dan identifikasi.
Operasi SAR ini juga melibatkan kerja sama dari lembaga keamanan, Angkatan Laut Kerajaan Malaysia dan Kepolisian Maritim, serta komunitas nelayan di perairan sekitarnya.
Sebelumnya, kapal yang membawa 37 warga negara Indonesia (WNI) tenggelam di perairan Pulau Pangkor, negara bagian Perak, Malaysia. Sebanyak 7 orang dilaporkan tewas.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan ada 23 berhasil diselamatkan dari insiden kapal tenggelam pada Senin (11/5) pagi waktu setempat. Selain 7 orang tewas, sebanyak 7 orang lainnya belum ditemukan.
“Dari 14 WNI yang sebelumnya dalam proses pencarian, 7 orang telah ditemukan meninggal dunia, dan jasadnya saat ini berada di RS di Perak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh otoritas setempat,” kata Heni dalam keterangan tertulis, dilansir Antara, Rabu (13/5/2026).
