Palestina juga menyerukan langkah-langkah pencegahan terhadap para pemukim Israel dan pemimpin ekstremis mereka, termasuk tokoh-tokoh yang memimpin pemerintahan Israel.
Pemukim Israel Serbu Al-Aqsa
Kelompok sayap kanan Israel sebelumnya menyerukan aksi besar-besaran memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa untuk memperingati pendudukan Yerusalem Timur berdasarkan kalender Ibrani.
Seorang pejabat Departemen Wakaf Islam di Yerusalem mengatakan bahwa 620 pemukim Israel memasuki kompleks masjid pada Kamis di bawah perlindungan polisi.
Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab
Media Israel melaporkan sekitar 50 ribu pemukim berencana mengikuti pawai bendera di Yerusalem Timur untuk merayakan pendudukan kota pada 1967.
Pawai tersebut kerap disertai serangan terhadap properti Palestina dan seruan “Kematian bagi Arab.”
Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam. Sementara Yahudi menyebut kawasan tersebut sebagai Temple Mount dan meyakini lokasi itu pernah menjadi tempat dua kuil Yahudi pada masa kuno.
Sejak 2003, polisi Israel mengizinkan pemukim memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa setiap hari kecuali Jumat dan Sabtu.
Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mencatat pemukim Israel menyerbu kompleks masjid sebanyak 30 kali sepanjang April.
Warga Palestina menuduh Israel selama beberapa dekade meningkatkan upaya melakukan “Yudaisasi” Yerusalem Timur, termasuk kawasan Al-Aqsa, serta menghapus identitas Arab dan Islam kota tersebut.
Palestina menginginkan Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara mereka di masa depan, berdasarkan resolusi internasional yang tidak mengakui pendudukan Israel atas kota tersebut pada 1967 maupun aneksasinya pada 1980.
