KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mendalami skema aliran dugaan suap terkait proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Suap proyek jalur kereta ini berasal dari Sudewo (SDW) selaku Bupati Pati.
Pendalaman skema aliran suap tersebut dilakukan dengan memanggil para saksi untuk diperiksa. Pada Rabu (13/5/2026), penyidik KPK memeriksa seorang saksi bernama Bambang Irawan Daeng Irate Jamal (BBG).
Aliran ke Budi Karya
Dalam pemeriksaan Bambang, penyidik KPK fokus terhadap dugaan pemberian uang dari Sudewo kepada Robby Kurniawan (RB). Dugaan skemanya, Sudewo memberikan uang kepada Bambang lalu diteruskan kepada Robby.
Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab
“Hari ini dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada saksi Saudara BBG. Di mana, pemeriksaan kali ini fokus terkait dugaan pemberian uang dari Saudara SDW kepada Saudara RB yang sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung KPK Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, dikutip Kamis (14/5/2026).
Berdasarkan informasi, Bambang merupakan staf Robby Kurniawan.
Kemudian, setelah menerima dari Bambang, Robby Kurniawan mengalirkan uang dari Sudewo tersebut ke pejabat di lingkungan Kemenhub, termasuk kepada diduga Budi Karya Sumadi, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Perhubungan.
“Di mana dari Saudara RB ini, diduga uang yang mengalir dari pihak SDW ini cross ke pihak-pihak di Kementerian Perhubungan yang membawahi DJKA, terkait dengan pelaksanaan proyek-proyek pembangunan jalur kereta, di antaranya pembangunan jalur kereta di wilayah Jawa Timur,” terang Budi Prasetyo.
Pada era Menteri Perhubungan Budi Karya, Robby Kurniawan menjabat sebagai staf ahli menteri bidang logistik dan multimoda.
Lebih lanjut, Budi memastikan penelusuran aliran dugaan suap Sudewo tidak berhenti pada sosok Robby Kurniawan. Dia menegaskan saat ini KPK sedang menelusuri dugaan suap Sudewo mengalir kepada Budi Karya.
“Ini nanti yang akan kita dalami. Karena dari pemeriksaan hari ini ada dugaan aliran uang dari Saudara SDW melalui perantara, kemudian kepada Saudara RB. Nah, nanti dari RB ini apakah ada mengalir kembali dari pemberian uang dari pihak-pihak di sisi pemberi ini. Nah, nanti kita akan telusuri lagi apakah hanya berhenti di RB atau masih berlanjut,” papar Budi.
