PRESIDEN RI Prabowo Subianto mengungkap dirinya senang jika menghadiri acara penyerahan uang sitaan ke kas negara. Pasalnya, ia mengaku antusiasi karena bisa melihat langsung tumpukan uang bernilai triliunan rupiah.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan di acara penyerahan uang ke kas negara di Kantor Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
Mulanya, Prabowo menyebut kedatangan dirinya merupakan kali keempat di Kejagung dengan total nilai penyerahan ke kas negara senilai Rp40 triliun.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
“Saudara-saudara sekalian, sekali lagi ada suatu kehormatan bagi saya dan juga suatu kebahagiaan untuk hadir dalam acara ini. Saya kira ini sudah acara yang kesekian kali, sudah ke berapa kali ini ya? Keempat kali ya? Keempat kali dengan total penyerahan berapa? Total 40 triliun kurang lebih ya,” kata Prabowo.
Prabowo kemudian mengaku selalu senang bila mendapat undangan acara penyerahan uang sitaan tersebut. Sebab, ia bisa melihat secara langsung tumpukan uang sitaan tersebut.
“Saya senang kalau diundang terus acara begini. Tiap undangan, lihat secara fisik Rp10 triliun,” ucapnya.
Lebih lanjut, Prabowo membeberkan bulan depan aka nada acara serupa di Kejagung. Adapun, total nilai uang sitaan yang akan diserahkan lebih banyak dari hari ini.
“Saya juga dapat bisikan bulan depan akan ada penyerahan Rp11 triliun katanya,” ujarnya.
Tak hanya itu, Prabowo menyebut mendapat laporan adanya dana sekitar Rp39 triliun yang status kepemilikannya tidak jelas dan masih tersimpan di sejumlah rekening bank.
Menurutnya, uang tersebut diduga berasal dari para koruptor atau pelaku kriminal yang sudah melarikan diri atau meninggal dunia.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
“Para koruptor atau para kriminal itu mungkin entah sudah lari dari Indonesia atau sudah meninggal, uangnya ketinggalan di rekening-rekening enggak jelas ya kan,” ungkapnya.
