RI Kirim 780 Prajurit TNI ke UNIFIL Libanon, Menlu Sugiono: Rotasi Rutin tapi Keselamatan Prioritas

Menteri Luar Negeri Sugiono dari New York, 26 September 2025. Youtube/MoFA Indonesia
Menteri Luar Negeri Sugiono dari New York, 26 September 2025. Youtube/MoFA Indonesia
0 Komentar

PEMERINTAH Indonesia melalui Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengonfirmasi rencana pengiriman 780 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk bergabung dengan Pasukan Sementara PBB di Libanon (UNIFIL). Pemberangkatan personel ini dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei 2026.

“Tanggal 22 (Mei 2026) rencananya. (Sebanyak) 780 orang (prajurit TNI berangkat ke UNIFIL),” ujar Sugiono saat ditemui usai pernyataan pers bersama Indonesia-Singapura di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari rotasi rutin untuk menggantikan pasukan Indonesia yang saat ini tengah bertugas di Libanon. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen teguh Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

Meski demikian, Yvonne memberikan catatan khusus terkait aspek keamanan menyusul insiden gugurnya tiga prajurit UNIFIL asal Indonesia pada akhir Maret 2026 lalu. Ia menegaskan bahwa keselamatan personel di lapangan adalah prioritas yang tidak dapat dinegosiasikan.

“Komitmen kita terhadap perdamaian dan sesuai amanat konstitusi kita tentunya juga harus tetap jalan. Namun, keselamatan pasukan di lapangan harus dipastikan agar insiden serupa tidak terulang, salah satunya melalui kesiapan personel yang lebih matang,” tegas Yvonne.

Terkait insiden yang menewaskan prajurit Indonesia sebelumnya, Kemenlu menyatakan bahwa proses investigasi masih terus berjalan. Indonesia mendesak PBB untuk melakukan penyelidikan yang menyeluruh, komprehensif, dan transparan.

“Preliminary investigation sudah selesai; proses masih berjalan; kita menghormati itu, tapi kita ingin memastikan hasilnya nanti akan ada. Wakil Tetap RI di New York juga terus berkomunikasi secara erat dengan PBB,” pungkas Yvonne.

Pengiriman 780 personel ini diharapkan dapat memperkuat misi perdamaian di Libanon sekaligus memastikan keberlanjutan kontribusi signifikan Indonesia dalam misi-misi kemanusiaan dan stabilitas internasional di bawah bendera PBB.

0 Komentar