Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR Viral Kena Semprot Warganet, Begini Kronologinya

Viral seorang siswa di kegiatan Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat ( Kalba
Viral seorang siswa di kegiatan Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat ( Kalbar ) mengkritik dewan juri saat acara siaran langsung yang ditayangkan di Youtube MPR RI pada Sabtu (9/5/2026). (Tangkapan layar YouTube MPR)
0 Komentar

LOMBA Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 Provinsi Kalimantan Barat jadi trending topic setelah cuplikannya tersebar di media sosial. Akibat video-video tersebut, dewan juri dalam program itu jadi sasaran kritik tajam netizen.

Dalam tayangan yang beredar, terlihat adanya perbedaan perlakuan terhadap jawaban peserta yang dianggap memiliki substansi serupa, namun dinilai berbeda oleh juri pada sesi pertanyaan yang sama.

Peristiwa ini kemudian ramai diperbincangkan warganet karena dianggap menimbulkan tanda tanya terkait objektivitas dan transparansi dalam penilaian lomba tingkat nasional tersebut.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

Kasus bermula saat salah satu tim peserta memberikan jawaban yang dinilai kurang tepat oleh juri dan langsung dikenai pengurangan poin. Namun, pada kesempatan berikutnya, tim lain menjawab pertanyaan yang sama dengan jawaban yang hampir identik dan justru dinyatakan benar serta mendapatkan tambahan poin.

Situasi tersebut memicu protes dari tim sebelumnya, meskipun keberatan mereka tidak diakomodasi oleh dewan juri yang menegaskan bahwa seluruh keputusan bersifat final.

Insiden ini pun berkembang menjadi perbincangan luas netizen, terutama setelah potongan video kejadian tersebut menyebar di medsos, salah satunya platform X dan memancing berbagai respons dari masyarakat.

Kronologi Final Cerdas Cermat MPR Viral Hingga Kena Kritik Warganet

Polemik pada Final Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 Provinsi Kalimantan Barat bermula ketika sebuah pertanyaan diajukan oleh pembawa acara terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), khususnya mengenai keterlibatan lembaga perwakilan daerah dalam proses seleksi.

“Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk mempertimbangkan dari lembaga mana?” kata MC membacakan pertanyaan.

Dalam sesi tersebut, Tim C2 yang berasal dari SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban bahwa anggota BPK dipilih oleh DPR dengan mempertimbangkan masukan dari DPD, kemudian diresmikan oleh Presiden.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” jawab C2.

0 Komentar