Pertama, menguasai cadangan gas. Ladang gas di lepas pantai Gaza diperkirakan bernilai sekitar 60 miliar dolar AS.
Kedua, Terusan Ben Geurion. Sebuah proyek lama yang bertujuan membangun jalur air alternatif Terusan Suez, menghubungkan Laut Merah dan Laut Mediterania melalui Eilat dan Gaza.
Dia menilai gagasan “mengosongkan” Gaza dari penduduk berkaitan langsung dengan upaya mengamankan proyek strategis tersebut.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Barghouti menegaskan bahwa pengusiran penduduk Palestina bukanlah kebijakan baru, melainkan bagian inti dari ideologi Zionisme.
Menurutnya, Israel saat ini menghadapi persoalan demografi serius: terdapat sekitar 7,3 juta warga Palestina di wilayah Palestina historis, dibandingkan sekitar 7,1 juta warga Yahudi.
“Bagi ideologi Zionis, ini dianggap ancaman demografis. Karena itu mereka mendorong praktik pembersihan etnis. Keberadaan rakyat Palestina di tanahnya sendiri adalah hambatan utama yang menggagalkan proyek ‘Israel Raya’,” katanya.
Mengapa belum berhasil?
Meski Israel memiliki keunggulan militer dan teknologi, Barghouti menilai proyek tersebut masih menghadapi dua hambatan utama.
Pertama adalah keteguhan rakyat Palestina yang tetap bertahan di tanah mereka meskipun menghadapi perang dan kehancuran besar.
“Ketekunan rakyat Palestina telah mematahkan mitos superioritas Zionis,” ujarnya.
Hambatan kedua, menurutnya, adalah perubahan opini global, terutama di kalangan generasi muda di Barat dan Amerika Serikat, yang mulai menjauh dari dukungan terhadap Israel dan melihat negara itu sebagai negara apartheid serta pelaku genosida.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Perubahan persepsi tersebut, kata Barghouti, perlahan menjadikan Israel sebagai beban politik bahkan bagi sekutu-sekutunya sendiri.
