Terungkap Alasan Israel di Balik Konflik Timur Tengah, 'New Middle East' Benjamin Netanyahu

Ilustrasi Perang Iran vs Amerika Serikat-Israel
Ilustrasi Perang Iran vs Amerika Serikat-Israel
0 Komentar

“Saat ini fokus diarahkan pada penghancuran kemampuan Iran dan pembongkaran pengaruhnya,” kata Barghouti.

Dia memperingatkan bahwa proyek tersebut tidak akan berhenti di situ. Jika Iran berhasil dilemahkan, maka Turki disebut akan menjadi target berikutnya karena masih dianggap sebagai kekuatan regional yang memiliki militer dan ekonomi cukup kuat untuk menghadapi ambisi “Israel Raya”.

Barghouti juga menilai setiap bentuk kerja sama atau normalisasi negara-negara kawasan dengan Israel pada akhirnya akan berubah menjadi ancaman bagi negara-negara itu sendiri. Dia mencontohkan kondisi Mesir sebagai gambaran nyata.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

Barghouti menuduh Israel berupaya melemahkan Mesir melalui beberapa jalur strategis, sesuatu yang menurutnya mulai disadari Kairo setelah perang terbaru di Gaza.

Dia mengatakan perjanjian damai tidak menghentikan Israel untuk terus menekan negara Arab terbesar itu melalui tiga jalur utama:

Pertama, perang air. Israel disebut menjadi pendukung utama Ethiopia dalam pembangunan bendungan yang memengaruhi aliran Sungai Nil untuk menekan keamanan air Mesir.

Kedua, pengepungan geografis. Pengaruh Israel di Sudan, Somalia, dan Somaliland disebut bertujuan mengepung Mesir dari selatan dan mengontrol pintu masuk Laut Merah.

Ketiga, perangkap Sinai. Tekanan untuk memindahkan warga Gaza ke Sinai dinilai bukan alasan kemanusiaan, melainkan upaya menjadikan wilayah itu sebagai arena konflik di masa depan yang dapat dijadikan alasan Israel untuk kembali menduduki Semenanjung Sinai.

Koridor “India–Israel”

Menurut Barghouti, proyek Zionis bukan hanya proyek militer, melainkan juga proyek imperialisme ekonomi.

Dia menyebut ada rencana membangun koridor perdagangan yang menghubungkan India ke Eropa melalui Israel dan negara-negara Arab hingga mencapai Pelabuhan Haifa.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

Koridor tersebut, katanya, dirancang untuk menyaingi dan melemahkan proyek “Jalur Sutra” China, sekaligus menjadikan Israel sebagai pusat utama perdagangan global yang mampu mengontrol ekonomi kawasan maupun dunia.

Barghouti juga mengungkap apa yang dia sebut sebagai motif strategis di balik agresi Israel di Gaza. Menurutnya, Israel berusaha menghapus keberadaan Palestina di Gaza demi mencapai dua tujuan utama:

0 Komentar