Israel dilaporkan diam-diam membangun pangkalan militer rahasia di wilayah gurun Irak untuk mendukung serangan udara terhadap Iran di tengah perang kawasan yang meletus sejak akhir Februari.
Mengutip laporan The Wall Street Journal, Minggu, 10 Mei 2026, fasilitas tersembunyi itu didirikan sebelum perang Iran dengan sepengetahuan Amerika Serikat, namun tanpa diketahui maupun disetujui oleh pemerintah Irak.
Pangkalan tersebut disebut menjadi pusat logistik penting bagi angkatan udara Israel dalam menjalankan operasi militer terhadap Iran.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Selain menopang serangan udara, lokasi itu juga dilaporkan digunakan sebagai basis tim pencarian dan penyelamatan Israel selama perang berlangsung.
Keberadaan fasilitas rahasia itu nyaris terungkap pada awal Maret setelah media pemerintah Irak melaporkan seorang penggembala melihat aktivitas militer mencurigakan di area gurun.
Temuan tersebut mendorong pasukan Irak bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.
Namun sebelum pasukan Irak mencapai area tersebut, Israel disebut melancarkan serangan udara untuk mencegah situs itu terbongkar.
Serangan tersebut menewaskan seorang tentara Irak dan langsung memicu kecaman keras dari Baghdad.
“Operasi gegabah ini dilakukan tanpa koordinasi atau persetujuan,” kata Wakil Komandan Komando Operasi Gabungan Irak, Qais Al-Muhammadawi, kepada media pemerintah.
Militer Israel menolak berkomentar atas laporan tersebut.
Sementara itu, ketegangan regional terus meningkat tajam sejak 28 Februari, memicu serangan balasan Iran serta penutupan Selat Hormuz, sebelum akhirnya gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Meski demikian, Presiden AS Donald Trump kemudian mengumumkan perpanjangan masa gencatan tanpa menetapkan tenggat waktu, menandakan situasi kawasan masih rapuh.
