TIM Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan cukup kesulitan dalam proses identifikasi korban kecelakaan bus ALS-truk tangki di Musi Rawas Utara, Rabu (9/5/2026). Hal ini disebabkan kondisi para korban sudah nyaris gosong terbakar.
Tim DVI berusaha mencocokkan keterangan dan ante mortem dari keluarga korban dengan post mortem pada jenazah. Ante mortem dimaksud mulai dari properti yang dikenakan korban, seperti jam tangan, cincin, kalung, dompet, hingga ciri-ciri fisik korban.
Properti ini awalnya menjadi petunjuk kuat dan memudahkan dalam proses identifikasi. Namun dari hasil pemeriksaan, seluruh properti yang disebutkan tak lagi menempel di tubuh korban sehingga tak dapat dijadikan data pembanding.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
“Dalam kondisi kali ini, semua properti atau benda-benda milik korban tidak ada satu pun yang masih menempel di tubuh korban,” ungkap Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol Wahyu Hidayati, Sabtu (9/5/2026).
Di dalam kantong jenazah yang diterima, sebenarnya tim menemukan barang-barang korban, seperti kepala ikat pinggang, dompet, sisa pakaian, dan lainnya. Namun barang-barang itu tidak dapat dipastikan milik dari jenazah di dalam kantong.
“Jadi data dari keluarga atau barang yang ada di kantong tidak bisa jadi data pembanding dengan post mortem pada jenazah. Artinya identifikasi korban cuma berharap pada DNA,” kata Wahyu.
Dalam pengambilan DNA dari jenazah, Wahyu menyebut tim DVI sempat mengalami kesulitan karena kondisi korban yang gosong. Kulit daging korban nyaris tak ada lagi sehingga penyambilan sampel DNA dari bagian ini tak dapat dilakukan.
Awalnya tim berharap DNA diambil dari gigi yang masih melekat pada korban. Hanya saja, gigi korban ternyata sudah hancur dampak besarnya api membakar tubuh mereka.
“Sebagian gigi masih ada, tapi begitu dipegang hancur, bahkan tanpa dipegang pun sudah rapuh,” kata Wahyu.
Melihat kondisi ini, Tim DVI mengambil sampel DNA dari tulang jenazah. Tim harus memilah tulang yang masih bisa diambil sampel karena sebagian besar tulang korban sudah hangus terbakar.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
“Semua DNA korban kita ambil dari tulang, kita cari tulang yang masih merah,” kata Wahyu.
