Proses Identifikasi Korban Kecelakaan Bus ALS-Truk Tangki Sulit, DVI: Berharap pada DNA

Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang Kombes Pol Budi Susanto di Palembang, Jumat (8/5/2026). (ANTARA/Ahma
Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang Kombes Pol Budi Susanto di Palembang, Jumat (8/5/2026). (ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri)
0 Komentar

Sejauh ini, kata dia, pihaknya telah memerima 15 sampel ante mortem dari 17 jenazah. Hanya saja, satu sampel di antaranya dapat digunakan untuk identifikasi dua jenazah yang diduga terdiri ibu dan anak berusia di bawah lima tahun.

“Untuk anak itu nanti dicocokkan dengan orangtuanya jika ibu dan ayahnya sudah teridentifikasi,” kata Wahyu.

Kepala RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang Kombes Pol Budi Susanto menambahkan, properti yang disampaikan keluarga tak satu pun cocok dengan yang ada pada jenazah. Hal ini lantaran kondisi korban yang hangus terbakar.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

“Kita cocokkan berupa properti kalung berwarna silver yang melekat pada leher jenazah dan hasil keterangan keluarga, juga ada tato burung di punggung. Tapi setelah rapat konsiliasi data tersebut tidak cukup kuat mengidentifikasi jenazah,” kata Budi.

Setelah tidak adanya data yang sinkron, Tim DVI memutuskan identifikasi menunggu hasil DNA karena lebih akurat.

“Harapan terakhir kita menunggu hasil DNA yang sekarang masih diproses, paling cepat lima hari bisa ditayangkan dan paling lama dua minggu,” tutup Budi.

0 Komentar