Prabowo Dorong ASEAN Bangun Pertahanan yang Tangguh di Tengah 3 Titik Panas Asia Timur

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri sesi Retreat dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi (K
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri sesi Retreat dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Shangri-La Mactan, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan di antara para pemimpin negara Asia Tenggara. (BPMI)
0 Komentar

DEKLARASI Zona Perdamaian saja tidak cukup. Presiden Prabowo Subianto mendorong ASEAN untuk memperkuat postur pertahanannya agar lebih resilien menghadapi ancaman geopolitik.

Di balik pidatonya yang menekankan ASEAN sebagai Zona Perdamaian, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang lebih strategis di KTT ASEAN ke-48.

Prabowo mendorong negara-negara ASEAN untuk tidak hanya mengandalkan dialog dan diplomasi, tetapi juga membangun kemampuan pertahanan kawasan yang lebih tangguh. Menurutnya, perdamaian akan lebih lestari jika didukung kekuatan yang nyata (Peace Through Strength).

Dalam beberapa sesi bilateral dan retreat meeting, Prabowo menyoroti pentingnya:

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

  • Kerja sama pertahanan maritim antar-ASEAN yang lebih konkret
  • Peningkatan patroli bersama di jalur perdagangan strategis
  • Pengembangan industri pertahanan kawasan
  • Diplomasi pertahanan yang proaktif tanpa terjebak dalam aliansi militer besar

Relevansi dengan Situasi Terkini

Dorongan Prabowo ini sangat relevan mengingat semakin memanasnya tiga titik panas di Asia Timur: Taiwan, Selat Malaka, dan Semenanjung Korea. Selat Malaka khususnya menjadi titik paling rawan bagi Indonesia dan ASEAN karena merupakan chokepoint ekonomi global.

Penggunaan Maung Garuda saat tiba di Cebu juga dilihat sebagai simbol konkret semangat kemandirian pertahanan yang ingin dipromosikan Prabowo di tingkat regional.

Meski mendapat respons positif dari beberapa negara, ada tantangan karena tidak semua anggota ASEAN siap memperkuat dimensi pertahanan bersama, khawatir dianggap memprovokasi China.

KTT ASEAN ke-48 di Cebu berpotensi menjadi momentum penting jika komitmen perdamaian dibarengi dengan upaya nyata membangun kekuatan kawasan. Prabowo tampaknya ingin memimpin ASEAN keluar dari pendekatan diplomasi pasif menuju postur yang lebih tangguh di tengah persaingan geopolitik yang semakin ketat.

0 Komentar