BNPB Ungkap 2 dari 3 Pendaki Pascaerupsi yang Hilang: WNA

Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap tiga korban hilang di tengah erupsi gunung Dukono. (IST)
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap tiga korban hilang di tengah erupsi gunung Dukono. (IST)
0 Komentar

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan tim SAR gabungan masih melakukan operasi pencarian terhadap tiga pendaki yang hilang pascaerupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (9/5/2026), mengatakan dua dari tiga pendaki yang hilang merupakan warga negara asing (WNA), sementara satu lainnya warga negara Indonesia (WNI).

“Pada hari kedua operasi ini, tim memfokuskan pencarian di area yang diduga menjadi titik keberadaan korban. Posisi dua WNA sempat terdeteksi berada pada jarak 20 hingga 30 meter dari bibir kawah utama,” kata Abdul.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

BNPB melaporkan meskipun posisi dua WNA tersebut sudah diketahui, proses evakuasi belum dapat dilakukan karena kondisi medan yang ekstrem dan aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih sangat tinggi.

Sementara itu, satu pendaki WNI hingga kini masih dalam proses pelacakan dan belum terdeteksi keberadaannya.

Abdul menegaskan seluruh personel di lapangan wajib mengutamakan keselamatan dan mengikuti rekomendasi Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono dari Badan Geologi mengingat status gunung tersebut berada pada Level II atau Waspada.

Berdasarkan informasi dari PGA Dukono, aktivitas kegempaan masih didominasi gempa letusan dengan amplitudo besar.

Sejak Sabtu (9/5/2026) dini hari hingga pukul 11.00 WIT, tercatat beberapa kali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 3.000 meter di atas puncak.

BNPB menyesalkan adanya aktivitas pendakian tersebut, mengingat Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara telah menutup total jalur pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026. Masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki kawasan rawan bencana dalam radius empat kilometer dari puncak kawah.

Demi mencegah insiden serupa, BNPB mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi rekomendasi Badan Geologi terkait pembatasan aktivitas di gunung api aktif lain yang berstatus Waspada maupun Siaga, seperti Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT, Gunung Marapi di Sumatera Barat, hingga Gunung Semeru di Jawa Timur.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

“Kami meminta para operator jasa pendakian dan masyarakat untuk aktif menyosialisasikan penutupan jalur ini. Setiap pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku demi keselamatan jiwa,” ujar Abdul Muhari.

0 Komentar