“Tepat di Hari May Day, Jumat 1 Mei 2026, sejawat kami dokter muda yang sedang melaksanakan tugas sebagai dokter internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tangkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi, berpulang keharibaan-Nya,” ungkap Achmad Junaidi dalam keterangan resminya, Sabtu (2/5/2026).
Berdasarkan investigasi internal organisasi, ditemukan fakta-fakta yang mengkhawatirkan. Pertama, adanya dugaan pelanggaran regulasi jam kerja dan supervisi. Myta disebut bekerja selama tiga bulan tapa libur di bangsal maupun ID tanpa pendampingan dokter definitif. Padahal, aturan Kemenkes menegaskan status dokter internship sebagai peserta magang, bukan pekerja tetap.
Kedua, muncul dugaan kelalaian medik. Myta dilaporkan telah mengeluhkan gejala sakit sejak Maret 2026, namun Myta tetap diinstruksikan jadwal jaga malam meski dalam kondisi demam tinggi dan sesak napas berat, bahkan saturasi oksigennya dilaporkan sempat menyentuh angka 80 persen sebelum mendapat penanganan layak.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Temuan ketiga menyangkut dugaan malapraktik administratif berupa kekosongan stok obat (Sulbacef) di Rumah Sakit Wahana sehingga Myta diminta mencari obat sendiri di luar.
Selain itu, terdapat laporan dugaan intimidasi dan upaya penutupan informasi; pembimbing diduga merahasiakan kondisi Myta agar tidak terjadi prolong(perpanjangan masa internsip), serta adanya narasi gaslighting yang menyerang mentalitas dokter internship–seperti sebutan generasi Z lembek–saat mereka menyuarakan hak dasar kesehatan. “Kami akan mengawal penuh kasus ini hingga tuntas. Kami sesalkan kejadian ini.” tegas Junaidi.
