Tanggapan Grace Natalie Soal Video Ceramah JK yang Beredar di Media Sosial

Grace Natalie. (Instagram)
Grace Natalie. (Instagram)
0 Komentar

KASUS Grace Natalie menambah polemik tentang video ceramah mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) saat diundang dalam sebuah forum di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Maret 2026. Politikus PSI itu turut memberikan tanggapan terhadap video tersebut dan kini dilaporkan puluhan ormas ke Bareskrim Polri.

Sekitar 40 organisasi masyarakat (ormas) Islam yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam Menjaga Kerukunan Umat melaporkan tiga tokoh publik, yaitu Ade Armando, Permadi Arya atau Abu Janda, dan Grace Natalie, ke Bareskrim Polri.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI, dengan tuduhan dugaan penghasutan melalui media elektronik.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

Pelaporan ini dipicu oleh unggahan potongan video ceramah mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) yang dinilai telah dipotong dan disebarkan tanpa konteks utuh sehingga menimbulkan salah persepsi di masyarakat.

“Upaya ini adalah salah satu ikhtiar dari kami ormas Islam untuk memfasilitasi keresahan yang ada di umat Islam,” katan Hamid di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (4/5/2026) dikutip dari Antara.

Isi Tanggapan Grace Natalie Soal Video Ceramah JK

Dalam unggahan video di akun Instagram @gracenat yang diunggah pada 13 April 2026, Grace Natalie memberikan tanggapan kritis terhadap pernyataan Jusuf Kalla terutama terkait konsep “syahid” dalam ceramah yang disampaikan JK di UGM.

Grace menilai bahwa interpretasi yang menyebutkan adanya kesetaraan pemahaman antara Islam dan Kristen mengenai konsep mati atau membunuh sebagai syahid merupakan pernyataan yang sangat serius dan berpotensi menimbulkan masalah besar. Di satu sisi, menurutnya telah disampaikan oleh tokoh nasional senior.

“Menurut Pak Jusuf Kalla, baik di Kristen maupun Islam sama-sama berpendapat bahwa mati dan mematikan orang adalah syahid. Ini adalah pernyataan yang sangat fatal apalagi diucapkan oleh seorang tokoh nasional senior sekelas Pak Jusuf Kalla,” ujar Grace dalam video itu.

Grace menjelaskan bahwa menurut ajaran Kristen, inti dari iman adalah kasih dan pengampunan. Oleh sebab itu, tidak ada pembenaran untuk tindakan pembunuhan dalam bentuk apa pun.

0 Komentar