Mengungkap Kapal Pesiar MV Hondius Terpapar Hantavirus Saat di Afrika Barat, Bertujuan Akhir di Indonesia?

Sebuah perahu ambulans mendekati kapal MV Hondius pada 5 Mei. (Getty Images)
Sebuah perahu ambulans mendekati kapal MV Hondius pada 5 Mei. (Getty Images)
0 Komentar

KAPAL pesiar MV Hondius yang terkena wabah Hantavirus saat ini masih berada di Afrika Barat. Benarkah tujuan akhir ekspedisi tersebut adalah Indonesia?

Dunia dibuat gempar setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan jika telah terjadi wabah Hantavirus di sebuah kapal pesiar bernama MV Hondius.

Berita yang berkembang menyebut jika MV Hondius telah melakukan perjalanan panjang dari Argentina pada 1 April 2026 melewati beberapa tujuan. Muncul isu tujuan akhir ekspedisi tersebut adalah Indonesia.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

WHO menyebut menerima laporan dari National International Health Regulations (2005) Focal Point Inggris terkait adanya klaster penyakit pernapasan akut berat di MV Hondius pada 2 Mei 2026.

Laporan tersebut mencakup dua kematian, satu pasien kritis, serta sejumlah penumpang lain yang menunjukkan gejala infeksi saluran pernapasan akut.

Pada hari yang sama, hasil pemeriksaan laboratorium di Afrika Selatan mengonfirmasi bahwa satu pasien kritis yang dirawat di unit perawatan intensif positif terinfeksi hantavirus.

Situasi kemudian memburuk pada 3 Mei ketika satu kematian tambahan dilaporkan, sedangkan tiga kasus suspek lainnya masih berada di dalam kapal.

Hingga 4 Mei 2026, total kasus yang teridentifikasi mencapai tujuh orang, terdiri dari dua kasus terkonfirmasi, lima kasus suspek, dan tiga kematian.

Rute Kapal Pesiar yang Kena Wabah Hantavirus

Kapal pesiar ekspedisi MV Hondius memulai pelayarannya dari Ushuaia, Argentina pada 1 April 2026 dalam perjalanan ekspedisi kutub yang direncanakan berakhir di Canary Islands.

Kapal berbendera Belanda ini dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions dan membawa sekitar 150 penumpang dan kru dari lebih dari 20 negara.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

Mengutip Newsweek (5/5/2026), dari Ushuaia, kapal bergerak ke wilayah Antartika untuk menjalani tur ekspedisi di kawasan kutub selatan, termasuk mengunjungi sejumlah lokasi terpencil yang biasa menjadi tujuan wisata ilmiah dan petualangan.

Setelah meninggalkan kawasan Antartika, kapal melanjutkan pelayaran menuju South Georgia, pulau terpencil di Atlantik Selatan yang dikenal sebagai lokasi penelitian satwa liar dan sejarah ekspedisi kutub.

Dari sana, perjalanan diteruskan ke beberapa pulau kecil di Samudra Atlantik, termasuk Saint Helena dan Ascension Island. Menurut otoritas kesehatan Afrika Selatan, kapal juga sempat singgah di Nightingale Island dan Tristan da Cunha, dua pulau terpencil di Atlantik Selatan yang memiliki akses sangat terbatas.

0 Komentar