Mengungkap Kapal Pesiar MV Hondius Terpapar Hantavirus Saat di Afrika Barat, Bertujuan Akhir di Indonesia?

Sebuah perahu ambulans mendekati kapal MV Hondius pada 5 Mei. (Getty Images)
Sebuah perahu ambulans mendekati kapal MV Hondius pada 5 Mei. (Getty Images)
0 Komentar

Dalam tahap akhir pelayaran, MV Hondius bergerak ke arah utara menuju pesisir Cape Verde pada awal Mei. Namun saat wabah hantavirus mulai terdeteksi di atas kapal dan beberapa penumpang mengalami gejala gangguan pernapasan serius, otoritas Cape Verde menolak memberikan izin sandar karena alasan kesehatan publik.

Akibatnya, kapal tetap berada di lepas pantai sementara para penumpang sebagian besar diminta tetap berada di kabin masing-masing untuk mencegah potensi penyebaran penyakit.

Karena kesulitan memperoleh izin berlabuh, operator kapal mempertimbangkan mengarahkan kapal menuju Las Palmas atau Santa Cruz de Tenerife sebagai lokasi alternatif untuk menurunkan penumpang dan melakukan pemeriksaan medis lanjutan.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

Data dari situs lacak kapal, Marine Traffic saat ini memperlihatkan jika tujuan akhir dari ekspedisi ini adalah Canary Island.

Spanyol Akan Tampung Penumpang Kapal MV Hondius di Kepulauan Canary

Pada 5 Mei 2026 malam, Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan bahwa mereka akan menerima kedatangan kapal pesiar ekspedisi MV Hondius di Kepulauan Canary.

Keputusan ini diambil setelah adanya koordinasi dengan WHO, yang sebelumnya menyatakan bahwa otoritas Cape Verde tidak memiliki kapasitas untuk menangani evakuasi medis dan penanganan wabah di kapal tersebut.

“WHO telah menjelaskan bahwa Tanjung Verde tidak mampu melaksanakan operasi ini. Kepulauan Canary adalah lokasi terdekat dengan kemampuan yang dibutuhkan. Spanyol memiliki kewajiban moral dan hukum untuk membantu orang-orang ini, di antaranya juga terdapat beberapa warga negara Spanyol.” jelas Kementerian Kesehatan Spanyol dikutip CNA, Rabu (6/5/2026).

Dalam penyelidikan wabah di atas kapal pesiar MV Hondius, WHO bersama otoritas Spanyol masih menyoroti kemungkinan adanya penularan dari manusia ke manusia atau human-to-human transmission.

WHO menjelaskan bahwa penularan dari manusia ke manusia pada hantavirus sebelumnya hanya pernah dilaporkan pada jenis tertentu, yaitu Andes virus yang beredar di Amerika Selatan. Namun, jenis virus yang menyebabkan wabah di kapal tersebut masih belum dapat dipastikan.

0 Komentar