WABAH hantavirus diduga menyebar di sebuah kapal pesiar mewah MV Hondius. Tiga orang penumpang telah tewas dan kasus kematiannya dikaitkan dengan virus tersebut.
Sejauh ini ada tujuh kasus infeksi hantavirus yang diidentifikasi di atas kapal. Namun, apa itu hantavirus, apa penyebabnya, dan bagaimana virus ini menyebar?
Seturut CBC, dugaan wabah hantavirus di atas kapal MV Hondius telah menyita perhatian banyak orang. Kasus ini banyak mengingatkan dengan awal mula wabah Covid-19 yang telah berdampak parah terhadap umat manusia.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Kekhawatiran itu meningkat lantaran hantavirus yang mewabah di MV Hondius diduga dapat menular dari manusia ke manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut pada Selasa (5/5/2026) penularan dari manusia ke manusia diduga telah menjadi penyebab mengapa virus ini mewabah di kapal pesiar mewah tersebut.
Hantavirus sendiri merupakan patogen yang tergolong langka tetapi bisa jadi mematikan bagi manusia. Infeksi virus ini diklasifikasikan sebagai penyakit zoonosis alias bersumber dari hewan, seperti flu burung, Covid-19, atau rabies.
Virus ini sebenarnya telah ditemukan dan terdokumentasi oleh manusia selama berabad-abad. Semula, hantavirus ditemukan di wilayah Eropa dan Asia—disebut hantavirus dunia lama. Kemudian, pada dekade 1990-an, varian baru hantavirus ditemukan di kawasan Amerika—disebut hantavirus dunia baru.
Dampak infeksi dua jenis hantavirus itu juga berbeda. Hantavirus dunia lama dikenal dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS). Penyakit ini tergolong parah dan terkadang mematikan, biasanya berkembang dalam 1 hingga 2 minggu setelah terpapar dan dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.
Sementara hantavirus dunia baru memiliki potensi untuk menyerang paru-paru, membuat pengidapnya terkena sindrom paru hantavirus (HPS). Penyakit ini juga tergolong parah dan berpotensi mematikan yang mampu menyebabkan demam, pusing, masalah perut, hingga sesak napas karena paru-parunya terisi cairan.
Berkaca dari kasus hantavirus di kapal MV Hondius, para korban tewas sempat mengeluhkan demam dan kesulitan bernapas sebelum meninggal dunia.
Meskipun mengkhawatirkan, namun WHO menyebut bahwa risiko meluasnya wabah hantavirus ke masyarakat umum masih tergolong kecil. Hal ini dikarenakan hasil penelitian saat ini menunjukkan bahwa virus ini lebih sulit menyebar, tidak seperti flu.
