“Jadi virus ini—setidaknya saat ini—tampaknya tidak sebesar risiko flu,” kata Dr. Maria Van Kerkhove, Direktur Kesiapan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO pada Selasa.
Akan tetapi, bagaimana hantavirus dapat menular ke MV Hondius merupakan pertanyaan yang menyita perhatian publik. Hal tersebut lantaran virus ini semula dikenal hanya punya kemungkinan kecil menular dari manusia ke manusia, sementara wabah di MV Hondius tampak tak seperti itu.
Penyebab Hantavirus dan Cara Penularannya
Seturut rilis resmi WHO pada Senin (4/5), infeksi hantavirus pada manusia umumnya disebabkan oleh kontak antara manusia dengan hewan pengerat yang terinfeksi. Hewan pengerat macam tikus dan mencit merupakan inang alami bagi virus ini.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Penelitian dan dokumentasi medis menunjukkan bahwa infeksi hantavirus berpotensi tinggi terjadi ketika manusia melakukan kontak dengan urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang telah terinfeksi.
Kontak manusia dengan hewan pengerat yang terinfeksi itu merupakan penyebab utama dari penyakit hantavirus. Sementara itu, tingkat penularan hantavirus dari manusia ke manusia digolongkan sebagai sangat jarang terjadi.
Pada hantavirus dunia lama, patogen ini dikategorikan tidak menular dari manusia ke manusia. Sementara pada hantavirus dunia baru, ada sebagian strain hantavirus yang telah memiliki kemampuan untuk menular dari manusia ke manusia.
Strain hantavirus yang dapat menular dari manusia ke manusia itu dikenal sebagai varian Andes. Varian ini tergolong jenis hantavirus dunia baru yang ditemukan di seluruh kawasan Amerika, termasuk Argentina—tempat MV Hondius memulai perjalanan melintasi Samudra Atlantik.
Hantavirus varian Andes ini memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi dengan 40 persen kasus infeksi varian Andes berakhir dengan kematian. Ciri lain yang muncul dari infeksi varian ini adalah gejala yang baru muncul setelah berminggu-minggu dan pada akhirnya memburuk dengan cepat.
Jika melihat gejala yang nampak terjadi pada para penumpang MV Hondius, terdapat kemiripan dampak fisik infeksi mereka dengan gejala pada infeksi varian Andes. Gejala tersebut meliputi demam, gangguan pencernaan, pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, dan syok.
