Kemenkes Paparkan Kronologi Meninggalnya Dokter Internship di Jambi, Alami Gangguan Paru Berat dan Sesak Nafas

dr. Myta Aprilia Azmi. (Foto: Dok. Istimewa)
dr. Myta Aprilia Azmi. (Foto: Dok. Istimewa)
0 Komentar

KEMENTERIAN Kesehatan mengungkap kronologi meninggalnya dokter internship yang bertugas di Rumah Sakit KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi bernama Myta Aprilia Azmy (MAA).

Plt. Inspektorat Jenderal Kemenkes, Rudi Supriatna Nata mengatakan dokter program internship dokter lulusan Universitas Sriwijaya ini mulai menjalani program internship pada Agustus 2025. Berdasarkan hasil medical check up (MCU), kondisi kesehatannya saat itu dinyatakan normal.

“Sepanjang proses menjalani internship tersebut, dokter MAA tidak ada keluhan kesehatan,” ujar Rudi dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).

Kronologi Meninggalnya Dokter Internship Myta Aprilia Azmy

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

Pada 26 Maret 2026, saat menjalani stase di IGD RSUD KH Daud Arif, Myta mulai merasakan gejala sakit meski tetap bertugas dan melakukan pengobatan mandiri. Hal ini berlanjut hingga 31 Maret 2026 dengan kondisi dirinyaa masih mengalami demam, batuk, dan pilek tetapi tetap menjalani jaga malam.

“Selepas jaga malam, yang bersangkutan nanti ada minta untuk diinfus, nanti kita akan lihatkan videonya, dan dokter MAA ini tidak melaporkan kondisinya kepada dokter pendamping,” kata Rudi.

Atas keadaannya itu, Myta mengirimkan pesan suara (voice note) kepada rekannya pada 1 April. Ia mengeluhkan sakit yang dialami.

Kemudian pada 11 hingga 12 April, Myta masih menjalani jaga pagi di IGD dalam kondisi sakit. Sehari setelah itu, pada 13 April, Myta dipasang infus seusai menjalani jaga malam tepat di hari ulang tahunnya.

Kemenkes lantas memutarkan video saat dia merayakan ulang tahun bersama rekan-rekannya dalam kondisi tangan masih terpasang infus.

“Jadi dokter MAA merayakan ulang tahunnya dengan kondisi pasca jaga malam, dengan tangan terinfus, kondisi tadi masih ada keluhan demam batuk pilek,” katanya.

Pada 15 April, Myta pun mengirim pesan suara kepada rekannya untuk meminta pergantian jadwal jaga. Suara Myta terdengar sesak napas.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

Myta juga sempat dihubungi ibunya namun sulit tersambung. Selanjutnya, rekan Myta menemukannya tengah berdiri linglung di bawah tangga kos dengan kondisi tidak mengenakan pakaian kerja sebagaimana mestinya.

“MAA menjawab dia ingin berangkat jaga,” kata Rudi.

0 Komentar