KAI Daop 1 Jakarta: Ada 423 Titik Perlintasan Sebidang, 130 Tak Terjaga

Perlintasan kereta api di Bekasi
Perlintasan kereta api di Bekasi
0 Komentar

PEMERINTAH pusat berencana membenahi perlintasan sebidang kereta api usai insiden kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026). Pasalnya, keberadaan perlintasan sebidang kerap menjadi penyebab kecelakaan kereta.

Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan saat ini terdapat 423 titik perlintasan sebidang di wilayahnya. Dari total perlintasan sebidang itu, sebanyak 130 titik termasuk kategori perlintasan tidak terjaga.

“Total Perlintasan kereta api sebidang ada 423 titik, terdiri dari perlintasan dijaga 293 titik, perlintasan tidak terjaga 130 titik,” kata dia ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (29/4/2026). Ia menjelaskan, perlintasan sebidang tak terjaga merupakan perlintasan yang tidak ada penjaganya. Selain itu, perlintasan tersebut juga tidak dilengkapi oleh alat pengamanan seperti palang, sirine, dan lainnya.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Franoto menambahkan, di wilayah Daop 1 Jakarta juga sudah terdapat banyak perlintasan kereta api tidak sebidang, seperti flyover atau underpass. Total terdapat 118 titik perlintasan tidak sebidang di wilayah Daop 1.

Ia pun mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan di perlintasan sebidang, khususnya yang tidak terjaga. Salah satu caranya adalah dengan melengkapi alat pengaman dan menempatkan penjaga di perlintasan itu.

“Tidak hanya itu, KAI proaktif bersama stakeholder untuk melakukan penutupan perlintasan sebidang yang membahayakan masyarakat dan perjalanan kereta api,” kata Franoto.

Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta, Rano Karno, mengakui saat ini masih ada perlintasan sebidang yang tak memiliki palang pintu di wilayah ibu kota. Namun, terdapat orang-orang yang menjaga di perlintasan sebidang tersebut.

“Jakarta memang ada beberapa lintasan yang mungkin tidak, tidak tertutup, tapi minimal ada yang jaga. Minimal ada yang jaga,” kata dia di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu.

Meski begitu, Rano menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta bakal melakukan evaluasi terhadap keberadaan perlintasan sebidang tanpa palang pintu tersebut. Mengingat, keberadaan perlintasan sebidang tak berpalang pintu kerap menjadi penyebab kecelakaan.

“Nah, ini bagian yang harus kita evaluasi selalu. Ya, mudah-mudahan tidak terjadi lagi kecelakaan, yang terjadi pada waktu semalam (Senin malam),” kata dia.

0 Komentar