Terungkap Penyebab Taksi Green SM Berhenti di Perlintasan KA Bekasi Timur hingga Berujung Tabrakan KAJJ-KRL

Mobil listrik tertabrak kereta di Bekasi Timur. Istimewa.
Mobil listrik tertabrak kereta di Bekasi Timur. (Istimewa)
0 Komentar

POLISI mengungkap penyebab taksi Green SM berhenti di perlintasan kereta api (KA) Bekasi Timur hingga berujung tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL. Polisi mengungkap taksi tersebut mengalami masalah kelistrikan.

“Kecelakaan ini diakibatkan dari korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik. Di mana tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera, perlintasan rel kereta api di Ampera,” kata Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Kompol Sandhi Wiedyanoe kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Kecelakaan itu, kata Sandhi, menyebabkan kerugian material dan mengganggu perjalanan KRL lainnya dari arah berlawanan. Saat KRL lain masih tertahan di Stasiun Bekasi Timur, datang KA Argo Bromo Anggrek dengan kecepatan tinggi hingga berujung menabrak KRL.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Sandhi menambahkan palang kereta tempat taksi tersebut berhenti dibuat swadaya oleh masyarakat. Pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan KAI terkait hal tersebut.

“Kita tidak bisa katakan ini menerobos karena di perlintasan ini tidak ada palang pintu kereta api seperti yang kita lihat di sana. Palang pintu dibuat oleh masyarakat secara swadaya, budi baik dari para masyarakat di sini untuk mendukung keselamatan,” kata dia.

“Ini yang nanti akan kita koordinasikan dengan PT KAI ya. Artinya di beberapa tempat memang palang pintu kereta api itu betul-betul krusial sifatnya,” ujarnya.

Sopir taksi Green SM diketahui selamat usai tertemper KRL. Saat ini, sopir itu sudah diamankan Polres Metro Bekasi Kota untuk diperiksa.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (27/4) malam. Total korban tewas akibat kecelakaan itu berjumlah 15 orang. Selain itu, ada puluhan orang yang terluka.

Perusahaan taksi listrik Green SM menyampaikan pernyataan terbaru terkait peristiwa kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Green SM menyatakan siap mendukung investigasi oleh pihak berwenang.

“Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi,” ujar Green SM dalam akun Instagram resminya, Selasa (28/4).

0 Komentar