Polda Metro Jaya: 10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Belum Teridentifikasi

Petugas mengevakuasi korban tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur ya
Petugas mengevakuasi korban tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. (IST)
0 Komentar

POLDA Metro Jaya mengungkap ada sepuluh jenazah korban kecelakaan kereta Bekasi Timur, Jawa Barat yang belum teridentifikasi di RS Polri Kramat Jati. Pihak kepolisian terus berupaya mengidentifikasi para korban.

“Saat ini terdapat 10 orang jenazah korban yang berada di RS Polri Kramat Jati dan masih dalam proses identifikasi karena belum diketahui identitasnya,” kata Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Budi menyampaikan penanganan cepat dilakukan oleh aparat kepolisian bersama instansi terkait di lokasi kejadian.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

“Proses identifikasi terus dilakukan oleh tim gabungan guna memastikan data korban dapat segera diketahui dan disampaikan kepada pihak keluarga,” ujar Budi.

Berdasarkan kronologis singkat, Hermanto menyebut musibah bermula saat satu taksi yang hendak lewat mogok tepat di perlintasan rel di sekitar Stasiun Bekasi Timur. Pada saat bersamaan, commuter line dari Cikarang menuju Jakarta melaju dan tidak dapat menghindari tabrakan, sehingga menyebabkan kendaraan tertabrak dan menimbulkan korban.

Kejadian ini menyebabkan commuter line arah Jakarta menuju Cikarang terhenti. Kereta inilah yang kemudian ditabrak dari belakang oleh Kereta Argo Bromo.

“Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal,” ujar Budi.

Budi menyampaikan kepolisian mendukung mendukung proses pemulihan kejadian, mulai dari pengamanan lokasi hingga proses evakuasi korban.

“Polisi turut mendukung evakuasi, pemulihan, dan pengidentifikasian korban agar seluruh proses penanganan dapat berjalan dengan cepat dan tepat,” ujar Budi.

Budi juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga setelah kejadian tersebut untuk segera mendatangi RS Polri Kramat Jati.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

“Langkah ini dilakukan guna membantu proses pencocokan data serta mempercepat pengidentifikasian korban,” ujar Budi.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.

Korban meninggal dunia dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

Selain korban meninggal, puluhan penumpang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan, sementara sebanyak tiga korban masih terperangkap di dalam kereta.

0 Komentar