INSIDEN kecelakaan kereta api terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya yang menempa rangkaian Commuter Line (KRL), Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB. PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini tengah berfokus melakukan evakuasi penumpang serta penanganan korban di lokasi kejadian guna mempercepat pemulihan jalur.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengonfirmasi insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, yang berdampak pada perjalanan kereta api. Dia menegaskan, saat ini seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana.
Anne mengatakan, penanganan korban di lokasi kejadian dilakukan dengan prioritas utama keselamatan. Mewakili KAI, dia menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas hambatan yang timbul karena insiden ini.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujar Anne dalam keterangan resmi, dikutip Senin (24/4/2024).
Terpisah, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan gangguan operasional terjadi akibat peristiwa tertempernya PLB 5568A (CL KPB–CKR) oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi). Gangguan perjalanan kereta api tidak terelakkan, khususnya di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB.
“Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar Franoto.
KAI memastikan petugas di lapangan telah bergerak cepat untuk melakukan penanganan dan pengamanan lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan perjalanan. Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan.
Adapun penyebab kejadian serta jumlah perjalanan KA yang terdampak masih dalam proses investigasi dan pendataan lebih lanjut. Informasi akan terus diperbarui secara berkala.
