BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan ditemukannya serpihan yang diduga merupakan bagian dari helikopter Airbus H130 dengan registrasi PK-CFX yang sebelumnya hilang kontak saat melakukan penerbangan di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4).
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menyampaikan bahwa serpihan yang diduga merupakan bagian ekor helikopter teridentifikasi melalui pemantauan udara oleh tim SAR gabungan yang menggunakan helikopter Super Puma milik TNI AU.
“Hasil pemantauan udara diduga ditemukan posisi heli. Hasil pemantauan udara pada pukul 15.25 WIB ditemukan serpihan yang diduga ekor helikopter PK-CFX pada jarak kurang lebih tiga kilometer ke arah barat dari titik awal hilang kontak,” kata Edy.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Edy menegaskan bahwa informasi tersebut telah diteruskan kepada tim darat untuk mempermudah pergerakan menuju koordinat yang diduga sebagai lokasi jatuhnya helikopter guna proses evakuasi.
Kronologi Jatuhnya Helikopter
Helikopter tipe H-130T2 itu diketahui membawa delapan orang, terdiri atas Kapten Marindra W sebagai pilot, Harun Arasyd sebagai kopilot, serta enam penumpang yakni Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Berdasarkan kronologi, helikopter lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB, dan kemudian dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB saat dalam perjalanan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Basarnas mencatat sinyal darurat terakhir sebelum hilang kontak terdeteksi di sekitar wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
Tim SAR gabungan yang melibatkan kru pesawat, personel Kopasgat, serta Kantor SAR Pontianak dan Pos SAR Sintang terus mengintensifkan upaya pencarian.
“Mohon doanya semoga proses pencarian dan evakuasi korban dapat berjalan dengan lancar, aman, dan selamat. Basarnas berkomitmen melaksanakan operasi SAR seoptimal mungkin dengan dibantu oleh seluruh potensi SAR,” tandas Edy (Ant/E-3).
