SEBUAH utas yang viral di X memperlihatkan cuplikan percakapan di grup chat yang diduga beranggotakan para mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Isi grup chat tersebut mengarah pada pelecehan seksual.
Anggota dalam grup tersebut kebanyakan berisi laki-laki. Isi percakapan dalam grup dianggap sangat tidak pantas diucapkan.
Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa Hukum UI
Pada 12 April 2026, sebuah unggahan dari akun X @sampahFHUI menjadi perhatian publik setelah membagikan tangkapan layar yang diklaim berasal dari grup percakapan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI).
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa isi percakapan grup tersebut berisi tindakan yang mengarah pada pelecehan dan objektifikasi terhadap perempuan, termasuk komentar mengenai bagian tubuh seperti payudara dan pantat.
Unggahan tersebut juga menyoroti bahwa sejumlah anggota grup diduga merupakan individu yang memiliki posisi penting di lingkungan kampus, seperti pengurus organisasi, ketua angkatan, hingga pihak yang mencalonkan diri dalam kepanitiaan kegiatan orientasi.
Lebih lanjut, dalam narasi unggahan tersebut disebutkan bahwa para anggota grup sebenarnya menyadari bahwa kebocoran percakapan tersebut dapat berdampak serius terhadap reputasi dan masa depan mereka di lingkungan fakultas. Namun demikian, mereka tetap melakukan percakapan tersebut
“Bahkan dalam obrolan mereka sendiri, mereka menyadari bahwa kebocoran ini dapat ‘mengakhiri karier mereka di FH’. Namun mereka tetap melakukannya. Secara eksplisit mereka mengakui bahwa mereka adalah orang-orang bejat dengan posisi yang tidak pantas,” tulis akun @sampahFHUI.
Setelah isu ini mencuat ke publik, pihak-pihak yang diduga terlibat telah mengakui kesalahan mereka, meskipun beredar informasi bahwa sebagian dari mereka menanggapi situasi tersebut dengan sikap yang tidak menunjukkan penyesalan secara serius.
“Dan sekarang mereka telah mengakui kesalahan mereka, tetapi kabar yang beredar mengatakan mereka masih santai saja, bahkan tertawa terbahak-bahak setelah ketahuan, berpikir orang-orang akan mengabaikannya begitu saja seolah itu bukan masalah besar. Dunia ini memang kacau,” lanjut akun tersebut.
Unggahan tersebut juga menyertakan seruan kepada berbagai pihak di lingkungan Universitas Indonesia, termasuk fakultas, organisasi mahasiswa, serta unit terkait, untuk segera mengambil tindakan tegas.
