PAUS Leo XIV merespons Presiden Donald Trump yang menyerangnya di media sosial, dengan mengatakan bahwa seruannya untuk perdamaian berakar pada Injil dan tidak boleh dianggap sebagai perselisihan politik dengan Gedung Putih.
“Saya tidak takut pada pemerintahan Trump,” kata Paus kepada para wartawan di dalam pesawat kepausan pada Senin saat dalam perjalanan menuju Aljazair.
“Pesan gereja, pesanku, pesan Injil: Berbahagialah para pembawa damai. Aku tidak memandang peranku sebagai sesuatu yang bersifat politik, sebagai seorang politisi,” tambahnya.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Trump telah mengkritik pandangan Paus pada hari Minggu melalui kecaman pedas di Truth Social.
“Paus Leo lemah dalam menangani kejahatan, dan buruk dalam urusan kebijakan luar negeri,” tulis Trump dalam sebuah unggahan panjang.
“Leo harus menata diri sebagai Paus, menggunakan akal sehat, berhenti memanjakan sayap kiri radikal, dan fokus menjadi Paus yang hebat, bukan politisi. Hal ini sangat merugikannya dan, yang lebih penting, merugikan Gereja Katolik,” pungkasnya.
Paus menanggapi pada Senin (13/4), meskipun ia mengatakan, “Saya tidak akan terlibat dalam perdebatan.”
“Apa yang saya katakan tentu saja tidak dimaksudkan sebagai serangan terhadap siapa pun,” katanya dalam bahasa Inggris, sambil menambahkan, “Saya tidak berpikir bahwa pesan Injil dimaksudkan untuk disalahgunakan seperti yang dilakukan sebagian orang. Saya akan terus bersuara lantang menentang perang, berupaya mempromosikan perdamaian, mendorong dialog, dan hubungan multilateral antarnegara guna mencari solusi yang adil atas berbagai masalah.” (H-4)
