KORPS Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Selasa (3/2/2026), menutup total Selat Hormuz. Menurut Anadolu, IRGC mengancam kapal yang berani mencoba melintas akan diserang.
“Selat Hormuz ditutup, kapal-kapal yang mencoba melewat akan diserang,” demikian keterangan resmi IRGC
Diketahui, dampak blokade Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons atas serangan AS-Israel langsung membuat pelaku pasar siaga dan mengganggu perekonomian global. Harga minyak melonjak. Pelayaran di Selat Hormuz terhenti akibat penutupan oleh Iran. Rantai pasok global pun terganggu.
Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza
Harga minyak di pasar Asia pada pembukaan perdagangan Brent, London, Senin (2/3/2026), naik menjadi 80 dolar AS per barel dari harga penutupan 72,87 dolar AS per barel dalam perdagangan Jumat (27/2/2026). Terjadi kenaikan harga 13 persen.
Sejak serangan Israel yang didukung AS ke Iran pada Sabtu (28/2/2026), harga minyak terus merangkak naik. Pada awal pekan lalu, minyak mentah Brent masih dijual 71,24 dolar AS per barel.
Sementara West Texas Intermediate, minyak mentah ringan yang diproduksi di AS, dijual sekitar 72 dolar AS per barel pada Senin pagi. Harga ini, menurut data dari grup CME, naik sekitar 7,3 persen dari harga perdagangan pada Jumat, yakni 67 dolar AS per barel.
Direktur Bagian Timur Tengah dan OPEC pada lembaga analis Kpler, Amena Bakr, memperkirakan harga minyak bisa terus naik hingga 99 dolar AS per barel.
Para pedagang mengungkapkan, pasokan minyak dari Iran dan tempat lain di Timur Tengah akan melambat atau terhenti. Serangan di Iran dan sejumlah negara Teluk telah membatasi kemampuan negara-negara untuk mengekspor minyak ke seluruh dunia.
Situasi memburuk akibat Iran menutup jalur pelayaran Selat Hormuz. Dua kapal yang berlayar melalui selat itu dilaporkan turut menjadi sasaran serangan.
Selat Hormuz menjadi jalur pasokan 20 persen minyak dunia. Penutupan selat tidak diberlakukan sepenuhnya oleh Iran. Terlihat kapal-kapal Iran dan China masih diizinkan melintas selat sempit yang memisahkan Iran dengan Jazirah Arab itu.
Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBlokade Selat Hormuz Pelaku Pasar Minyak Industri Pelayaran Global Siaga: Tarif Sewa Kapal Tanker Naik Tajam
Perusahaan perkapalan besar dunia sudah mengeluarkan keterangan tentang menghentikan pelayaran melintasi Selat Hormuz. Selain itu, perairan Laut Merah kembali berbahaya setelah Houthi di Yaman menyatakan menyerang kapal-kapal terkait Amerika Serikat dan Israel.
