Selat Hormuz Tutup Total IRGC Ancam Kapal yang Melintas, Harga Minyak Melonjak Rantai Pasok Global Terimbas

Infografis
Infografis
0 Komentar

Selain Perancis, armada kapal negara-negara seperti China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan negara-negara Eropa ada di Teluk Persia. Mereka terutama terlibat dalam angkutan minyak dan gas.

Armateurs de France telah mengambil langkah demi keselamatan dengan mengurangi jumlah awak di kapal dan memulangkan sebagian awak lainnya ke negara asal.

Selain itu, dua perusahaan besar perkapalan, yakni Mediterranean Shipping Company (MSC) dan Maersk, Minggu, mengeluarkan peringatan bagi armada mereka di Teluk Persia.

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

Maersk menyatakan akan menunda pelayaran melintasi Selat Hormuz dengan pertimbangan keselamatan. ”Keselamatan awak, kapal, dan kargo milik pelanggan kami menjadi prioritas. Kami menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz sampai pengumuman lebih lanjut,” demikian keterangan Maersk.

MSC mengungkapkan, armada mereka yang berada di Teluk Persia atau menuju ke sana diperintahkan untuk sandar di pelabuhan aman terdekat. Penghentian layanan MSC diberlakukan hingga ada pengumuman lebih lanjut.

Jaringan perusahaan perkapalan niaga dari Armateurs de France juga membatalkan pelayaran melintasi Terusan Suez dan Laut Merah karena pertimbangan keselamatan dan keamanan. Serangan AS-Israel ke Iran memicu balasan dari kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap kapal-kapal di Laut Merah.

Times of Israel melaporkan, Houthi mengumumkan lanjutan serangan rudal dan drone terhadap kapal di Laut Merah. Sebelumnya Houthi menghentikan serangan di Laut Merah sebagai salah satu kesepakatan damai dengan AS beberapa waktu lalu.

Dari Inggris, lembaga UK Maritim Trade Operations (UKMTO) menyatakan, perintah penutupan Selat Hormuz oleh Iran tidak mengikat. Namun, laman Argusmedia menulis, pelacakan kapal di Teluk Persia memperlihatkan banyak kapal yang sebagian besar bertujuan akhir ke Asia Pasifik memutar balik kembali ke Teluk Persia dan menghindari Selat Hormuz.

Titik tersempit di Selat Hormuz membentang 54 kilometer antara Iran dan Oman. Lokasi tersebut menjadi pelintasan strategis antara Teluk Persia dan Teluk Oman yang menjadi lintasan penting kapal-kapal niaga.

0 Komentar