Selat Hormuz Tutup Bikin Cemas Ketahanan Pasokan Energi Global, Berapa Impor Minyak Indonesia yang Terimbas?

Ilustrasi: AI
Ilustrasi: AI
0 Komentar

PENUTUPAN Selat Hormuz oleh Iran memicu kekhawatiran baru terhadap ketahanan pasokan energi global, termasuk bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak dari kawasan Timur Tengah.

Jalur sempit ini menjadi salah satu lintasan utama perdagangan minyak dunia, sehingga gangguan sekecil apa pun berpotensi berdampak langsung pada rantai pasok dan harga energi di dalam negeri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor minyak mentah dan hasil minyak Indonesia dari kawasan Timur Tengah sepanjang periode 2021 hingga Januari mencapai 31,23 miliar dolar AS.

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

Berdasarkan data BPS yang diolah delik, impor minyak dan hasil minyak tertinggi terjadi pada tahun 2022 yang mencapai 7,56 miliar dolar AS, sementara nilai terendah terjadi pada tahun 2025 sebesar 5,21 miliar dolar AS.

Dari sisi volume, total impor minyak mentah dan hasil minyak dari Timur Tengah mencapai 49,69 miliar kilogram selama lima tahun terakhir. Adapun, volume tertinggi tercatat pada tahun 2023 sebesar 10,36 miliar kilogram.

Sepanjang periode 2021 hingga Januari 2026, impor minyak mentah dari Timur Tengah mencapai nilai 11,99 miliar dolar AS dengan volume 19,99 miliar kilogram. Sementara itu, impor hasil minyak dari kawasan yang sama tercatat sebesar 19,24 miliar dolar AS dengan volume 29,70 miliar kilogram.

Untuk komoditas minyak mentah, Saudi Arabia menjadi pemasok terbesar dengan nilai mencapai 11,65 miliar dolar AS dan volume 19,46 miliar kilogram.

Uni Emirat Arab menyusul dengan nilai 254,4 juta dolar AS dan volume 408 juta kilogram, sementara Qatar tercatat memasok minyak mentah pada tahun 2023 senilai 80,7 juta dolar AS dengan volume 118 juta kilogram.

Untuk komoditas hasil minyak, Uni Emirat Arab menduduki posisi pertama sebagai pemasok terbesar dengan nilai mencapai 6,96 miliar dolar AS dan volume 10,92 miliar kilogram.

Saudi Arabia berada di posisi kedua dengan nilai 5,51 miliar dolar AS dan volume 8,02 miliar kilogram, diikuti Qatar dengan nilai 3,20 miliar dolar AS dan volume 4,93 miliar kilogram.

Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal

Negara-negara lain yang turut memasok hasil minyak ke Indonesia dari kawasan Timur Tengah meliputi Oman dengan nilai 1,27 miliar dolar AS, Kuwait dengan nilai 1,02 miliar dolar AS, Bahrain dengan nilai 666,2 juta dolar AS, Mesir dengan nilai 300,8 juta dolar AS, dam Irak dengan nilai 281,7 juta dolar AS.

0 Komentar