Barak mengatakan menjalin komunikasi dengan Epstein pada 2003 dan terus berkomunikasi hingga terdaftar sebagai pelaku kejahatan.
Sementara itu, dalam dokumen terlihat Priel mengirim email ke Epstein pada Mei 2017. Dia memberi tahu bahwa dirinya dan Ehut akan meninggalkan apartemen sementara waktu saat bepergian ke Universitas Harvard.
Priel meminta apartemen tetap harus bersih selama mereka tak ada di sana.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Epstein meneruskan permintaan tersebut ke orang lain, yang mengkonfirmasi bahwa dia akan menanganinya keesokan harinya.
Email lain yang dirilis menunjukkan asisten Epstein, Lesley Groff, mengoordinasikan pengaturan praktis terkait apartemen tersebut, termasuk mengganti dekoder kabel dengan sistem Apple TV.
Surat-menyurat tersebut juga menunjukkan adanya komunikasi rutin antara Epstein, Groff, dan Priel mengenai rencana perjalanan keluarga Barak ke New York dan pertemuan-pertemuan yang melibatkan Epstein, demikian dikutip Anadolu Agency.
Miliarder Inggris Richard Branson
Miliarder Inggris Richard Branson juga terseret dalam berkas Epstein.
Dokumen-dokumen itu menunjukkan Branson punya hubungan baik dengan Epstein, salah satunya terlihat dalam email pada 11 September 2013.
Dalam surat elektronik tersebut, Branson menulis kepada Epstein: “Senang sekali bertemu dengan Anda kemarin. Anak-anak di Watersports terus membicarakannya! Kapan pun Anda berada di sini, saya harap kita bisa bertemu. Asal Anda bawa harem!”
Mantan pangeran Inggris, Andrew Mountbatten-Windsor, juga tercatat pernah bersurat dengan Epstein.
Epstein menghubungi Andrew untuk bertanya: “Jam berapa Anda ingin saya … kita juga butuh … waktu pribadi.”
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Andrew lalu menjawab: “Kita bisa makan malam di Istana Buckingham dan menikmati banyak privasi.”
