Kerusuhan pada Senin lalu pecah setelah pemerintah melarang penggunaan 26 aplikasi media sosial dan layanan pesan instan. Massa mencoba menyerbu parlemen, hingga aparat menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan kerumunan. Amnesty International melaporkan penggunaan peluru tajam yang menyebabkan korban jiwa.
Akibat kebakaran dan kepulan asap di dekat bandara internasional Kathmandu, penerbangan dari sisi selatan terpaksa ditutup sementara. “Kedatangan pesawat dari arah selatan ditangguhkan karena jarak pandang buruk akibat asap kebakaran di sekitar bandara,” kata pejabat otoritas penerbangan Gyanendra Bhul.
