JUMLAH manifes penumpang bus ALS yang tertabrak truk tangki hingga terbakar hebat di Musi Rawas, Sumatra Selatan, Rabu (6/5/2026), masih simpang siur. Diketahui, sebanyak 16 korban meninggal dalam peristiwa itu.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu’min Wijaya, mengungkapkan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan manifes akurat penumpang bus ALS. Beredar kabar bus itu hanya mengangkut lima penumpang resmi sementara saat kejadian terdapat 18 orang, terdiri dari 14 penumpang dan 4 kru bus.
“Sejauh ini belum pasti jumlah manifesnya, kami masih dalami,” kata Nandang, Jumat (8/5/2026).
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Dugaan sementara, bus ALS itu mengambil penumpang di jalan tanpa mengantongi tiket resmi atau penumpang gelap. Penyidik masih melakukan pendataan dengan manajemen PO bus ALS agar semuanya terungkap.
“Ya, dugaan kuat bus ini mengambil penumpang di jalan,” kata Nandang.
Kondisi ini menyulitkan pendataan awal para korban meninggal dunia. Tim DVI baru menerima sebelas sampel keluarga dan lima keluarganya masih ditunggu.
“Mudah-mudahan masyarakat yang merasa keluarganya menumpangi bus itu untuk melapor dan selanjutnya pengambilan sampel,” kata Nandang.
Plh Kabid Dokkes Polda Sumsel, AKBP Andrianto, mengatakan daftar nama-nama korban meninggal yang sempat diumumkan bukan berdasarkan hasil identifikasi forensik terhadap jenazah, melainkan data yang didapat dari berbagai sumber, termasuk informasi keluarga.
Tim DVI belum dapat mengidentifikasi setiap korban karena sampel DNA masih dikirim ke Pusdokkes Polri dan hasilnya menunggu beberapa hari ke depan.
“Kami lakukan identifikasi mulai dari pendataan berdasarkan data keluarga, identifikasi ciri-ciri fisik dan dicocokkan dengan data dari keluarga. Kalau ada kecocokan, tahapan selanjutnya rekonsiliasi atau penggabungan seluruh pemeriksaan,” kata Andrianto.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Meski ada kecocokan, kata Andrianto, jenazah tidak serta merta bisa dibawa keluarga. Proses selanjutnya diterbitkan pernyataan dan menunggu petunjuk pimpinan agar dipastikan hasil identifikasi akurat.
“Tidak bisa (jenazah) langsung dibawa,” kata Andrianto.
