“Mbiyen doro karo jagoku ki angger go lomba menangan, wong tak ombeni banyu kendi ne mbah Gondowati (red. Dahulu burung dara dan ayam jagoku ikut lomba selalu menang, saya berikan minum air kendi mbah Gondowati,” ujarnya, Jumat (4/4).
Warjuni menceritakan setiap malam Jumat kliwon saat masuknya waktu maghrib terdengar suara persisi kentongan yang diyakini suara tersebut berasal dari semacam burung pelatuk di sekitar makam mbah Gondowati dan hanya terdengar di hari dan waktu tersebut.
“Seiring perubahan makam mbah Gondowati sudah jarang suara-suara dari hewan-hewan terdengar,” pungkasnya.
