Lantas, apa itu OCCRP?
Dikutip dari situs webnya, OCCRP merupakan salah satu organisasi jurnalisme investigasi terbesar di dunia. Kantor pusatnya di Amsterdam dan memiliki staf di enam benua. Pada 2007 dibentuk oleh Drew Sullivan dan Paul Radu, organisasi ini bertujuan untuk mengungkap kejahatan dan korupsi yang sering kali luput dari perhatian media arus utama. Dengan kemitraan bersama berbagai outlet media, OCCRP mempublikasikan laporan sesuai tindakan nyata di lapangan.
Organisasi ini juga dikenal karena dedikasinya dalam membantu media investigasi lokal di seluruh dunia untuk berkembang. OCCRP melaporkan isu-isu kompleks seperti perang, perubahan iklim, kesenjangan, dan ancaman terhadap demokrasi, yang semuanya sering dipicu oleh kejahatan dan korupsi.
OCCRP mengandalkan Aleph, platform data yang mengelola lebih dari 4 miliar dokumen. Aleph dirancang untuk membantu jurnalis dan aktivis menelusuri aliran uang, transaksi keuangan, hingga kepemilikan perusahaan.
Baca Juga:Slow Living di Kota SalatigaSong Jae-rim Ditemukan Meninggal Penyebab Kematian Belum Terkonfirmasi, Ada 2 Lembar Surat
Platform ini bersifat sumber terbuka, sehingga memungkinkan digunakan oleh siapa saja. Lebih dari 50 media investigasi telah mengadopsi Aleph sebagai standar kerja internal.
Namun, tidak semua data dalam Aleph dapat diakses publik. Sebagian besar arsip dilindungi demi menjaga keamanan dan privasi data. Akses penggunaan diberikan berdasarkan kasus tertentu kepada jurnalis dan aktivis.
Aleph tidak hanya berfungsi sebagai mesin pencari, tetapi juga mampu mengimpor data dari spreadsheet dan basis data lainnya. Fitur ini memungkinkan jurnalis untuk menghubungkan data antarindividu, perusahaan, dan transaksi finansial serta memberikan gambaran menyeluruh tentang investigasi yang sedang berjalan.
Fokus geografis OCCRP meliputi Eropa Tengah dan Timur, Afrika Sub-Sahara, Amerika Selatan, serta berbagai yurisdiksi lepas pantai. Arsip data OCCRP terus berkembang seiring dengan investigasi yang dilakukan.
