Brian Thompson Tewas: 'Delay, Deny, Defend' Jadi Buku Terlaris Amazon, Guncang Industri Asuransi Kesehatan

Sebuah buku berusia satu dekade yang kritis terhadap industri asuransi telah meroket ke posisi nomor tiga dala
Sebuah buku berusia satu dekade yang kritis terhadap industri asuransi telah meroket ke posisi nomor tiga dalam daftar buku terlaris nonfiksi Amazon, didorong oleh minat publik terhadap kemungkinan kaitannya dengan pembunuhan CEO UnitedHealthcare Brian Thompson.
0 Komentar

BUKU Delay Deny Defend: Why Insurance Companies Don’t Pay Claims and What You Can Do About It karya Jay Feinman, terbit tahun 2010. melejit ke nomor dua dalam daftar buku terlaris Amazon.

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, artinya: tunda, tolak, dan membela diri: kenapa perusahaan asuransi tak membayar klaim dan apa yang bisa Anda lakukan.

Kata-kata judul buku yang diterbitkan pada tahun 2010 ini sangat mirip dengan kata-kata yang ditemukan pada selongsong peluru di lokasi penembakan Rabu pagi lalu – di mana CEO UnitedHealthcare Brian Thompson ditembak mati di Manhattan. Kata-kata yang tertulis di peluru itu berbunyi ‘delay, deny, and depose”. Pesan di peluru itu berarti ”menolak, membela diri, dan menyingkirkan”.

Baca Juga:Song Jae-rim Ditemukan Meninggal Penyebab Kematian Belum Terkonfirmasi, Ada 2 Lembar SuratPernah Ditolak Amerika Serikat, Kini Presiden Prabowo Subianto Menuju Washington

Rangkaian kata tersebut mirip dengan frasa yang umum digunakan publik AS untuk menggambarkan praktik curang perusahaan asuransi dalam membayar klaim para kliennya.

”Amunisi ditemukan di lokasi penembakan dengan kata-kata ’delay’, ’deny’, dan ’depose’ yang ditulis dengan spidol,” kata Kepala Detektif Kepolisian New York (NYPD) Joseph Kenny, Jumat (6/12/2024) waktu setempat atau Sabtu (7/12/2024) waktu Indonesia.

Rangkaian kata di peluru itu dikaitkan dengan buku yang berisi kritik tajam terhadap praktik perusahaan asuransi dan ditulis oleh pakar hukum Jay Feinman. Polisi belum secara resmi mengomentari kata-kata tersebut atau hubungan apa pun antara kata-kata tersebut dan frasa umum.

Namun penembakan yang dilakukan Thompson dan pesan-pesan mengenai amunisi tersebut telah memicu kemarahan di media sosial dan di tempat lain, yang mencerminkan rasa frustrasi yang semakin mendalam di masyarakat Amerika mengenai biaya dan kerumitan untuk mendapatkan perawatan.

Publik Amerika Serikat mengikuti perburuan itu dengan intens. Mereka berkomentar di media sosial. Bahkan, warganet yang dikenal sebagai ”internet sleuths” menggelar penyelidikannya sendiri dan membagikannya teori ataupun temuannya di forum-forum di internet.

Publik terpancing oleh ketiga kata di peluru itu. Frasa ”menunda, menolak, membela diri” itu sudah sangat dikenal di kalangan pengacara hukum AS. Rangkaian kata ini umum digunakan untuk menggambarkan taktik perusahaan asuransi menolak klaim.

0 Komentar