Bentrokan Antara Polisi Israel dan Warga Muslim Palestina di Komplek Masjid Al Aqsa Kembali Meletus

Bentrokan Antara Polisi Israel dan Warga Muslim Palestina di Komplek Masjid Al Aqsa Kembali Meletus
Kunjungan, oleh sebagian besar orang Yahudi nasionalis dan religius, dilanjutkan Kamis setelah dihentikan selama 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan dan liburan Idul Fitri. (Berkas/AFP)
0 Komentar

BENTROKAN meletus antara polisi Israel dan warga muslim Palestina di kompleks masjid Al-Aqsa Yerusalem pada Kamis (5/5). Itu terjadi setelah ketegangan di tempat suci itu mereda.

Polisi Israel mengatakan mereka telah mengusir puluhan perusuh yang telah melemparkan batu dan benda lain ke arah pasukan keamanan.

Seorang koresponden AFP mengatakan ada banyak polisi di depan masjid, sementara Bulan Sabit Merah Palestina belum melaporkan adanya korban dari kekerasan tersebut.

Baca Juga:Samsung Galaxy Buds 2 Onyx Hadir dengan 360 AudioBulan Juni Meluncur, Ini Bocoran Spesifikasi OPPO Reno8

Sejak pertengahan April 2022, bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina telah melukai hampir 300 orang di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Situs itu merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam. Itu juga merupakan tempat tersuci bagi orang Yahudi, yang dikenal sebagai Temple Mount. Orang-orang Palestina marah dengan meningkatnya kunjungan orang Yahudi ke kompleks itu, di mana menurut konvensi lama orang Yahudi dapat berkunjung tetapi tidak diizinkan untuk berdoa.

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid mengatakan negara Yahudi tersebut tidak akan mengubah status quo itu.

Pekan lalu, penguasa Jalur Gaza Hamas mengancam Israel dengan roket dan serangan sinagoga jika pasukan Israel melakukan serangan lebih lanjut di situs tersebut.

Sebuah serangan oleh polisi Israel ke kompleks bulan lalu memicu kecaman luas dari para pemimpin regional.

Yordania, yang mengelola tempat-tempat suci Yerusalem, menuduh Israel mengganggu status quo lama yang memungkinkan semua agama untuk beribadah di tempat-tempat suci mereka di kota itu.

Kekerasan yang meningkat sejak 22 Maret 2022 telah menewaskan 12 warga Israel, termasuk seorang polisi Arab-Israel, dan dua warga Ukraina dalam empat serangan terpisah di dalam wilayah Israel. Dua dari serangan mematikan itu dilakukan di daerah Tel Aviv oleh warga Palestina.

Baca Juga:Bikin Cerita Seperti di Instagram untuk Aplikasi Xbox di iOS dan AndroidMenginjak Usia 50 Tahun, Blue Bird Milik Purnomo Prawiro Pasang Target Kurangi 50 Persen Emisi Karbon di 2030

Sebanyak 26 warga Palestina dan tiga orang Arab Israel tewas dalam periode yang sama, di antaranya pelaku penyerangan dan mereka yang tewas oleh pasukan keamanan Israel dalam operasi Tepi Barat. (*)

0 Komentar