Memasuki babak kedua, Indonesia tetap menekan meski sudah unggul jauh. Pada menit ke-59, tendangan penjuru Kevin Diks yang langsung mengarah ke gawang masih mampu ditepis kiper Bangladesh. John Herdman kemudian melakukan pergantian dengan memasukkan Luke Vickery menggantikan Rizky Ridho pada menit ke-60.
Indonesia terus menciptakan peluang. Joey Peluppesy melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-66, tetapi bola masih melambung. Pada menit ke-69, Elkan Baggott sempat mendapat kartu kuning setelah melakukan pelanggaran dan memprotes keputusan wasit. Setelah berkonsultasi dengan VAR untuk kemungkinan mengubah menjadi kartu merah, wasit tetap memberikan kartu kuning kepada Baggott.
Herdman kembali melakukan perubahan dengan memasukkan Egy Maulana Vikri dan Dean James untuk menggantikan Ragnar Oratmangoen dan Ivar Jenner pada menit ke-73. Egy kemudian memperoleh peluang pada menit ke-80 melalui tendangan keras dari luar kotak penalti, tetapi masih mampu dihalau kiper Bangladesh. Ole Romeny juga sempat mencetak gol pada menit ke-84, tetapi dianulir setelah VAR menyatakan dirinya berada dalam posisi offside.
Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG
Drama terjadi pada injury time. Luke Vickery membawa Indonesia unggul 7-1 pada menit ke-90, tetapi Bangladesh membalas melalui Ali Wahid pada menit ke-90+1 sehingga skor berubah menjadi 7-2. Dalam situasi tersebut, Indonesia dalam situasi kritis karena Malaysia memiliki keunggulan agresivitas gol.
Namun, Indonesia akhirnya mencetak dua gol tambahan yang memastikan kelolosan ke final. Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6 sebelum Mitchell Baker melengkapi quintrick-nya semenit kemudian.
Kemenangan 9-2 tersebut membuat Indonesia unggul dalam agresivitas gol atas Malaysia dan berhak melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 untuk menghadapi Thailand pada 5 Oktober
