Akibat hilangnya tutupan pohon dan tertutupnya permukaan tanah, air hujan pada musim basah tidak dapat terserap dan justru meluncur menjadi limpasan permukaan yang memicu banjir. Dampak fatalnya terasa saat kemarau tiba, di mana tanah sama sekali tidak memiliki simpanan cadangan air untuk menyuplai sumur warga dan debit sungai.
“Persoalan kekeringan di Jawa Barat tidak hanya disebabkan oleh panjangnya musim kemarau, tetapi ada indikasi kerusakan parah pada sistem Daerah Aliran Sungai. DAS yang baik itu tidak hanya berfungsi mengalirkan air ke hilir, tetapi juga harus mampu menyerap dan menyimpan air ke dalam tanah,” pungkasnya mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang hulu di Jawa Barat.
