Kementerian Luar Negeri Paparkan Alasan Walk Out Saat Benjamin Netanyahu Berpidato di PBB

Kemlu RI
Kemlu RI
0 Komentar

“Kita berkomitmen untuk tegaknya perdamaian, tetapi rakyat Palestina belum melihat perubahan nyata. Dalam jangka pendek, yang mereka butuhkan adalah mengalirnya bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, dan berhentinya pembunuhan di Gaza,” ujar Sugiono dalam pertemuan tersebut, seperti dikutip dalam keterangan yang dirilis Kemlu RI.

Sugiono menekankan bahwa prioritas saat ini adalah memastikan upaya perdamaian dapat menghasilkan perubahan nyata di lapangan, terutama di tengah situasi Gaza yang justru terus memburuk.

“Kita harus menyampaikan pesan yang kuat. Kita ingin melihat bahwa upaya yang kita lakukan benar-benar menghasilkan kemajuan dan perubahan bagi rakyat Palestina,” ucapnya.

Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG

Dia pun menekankan pentingnya negara-negara Group of Eight untuk terus menyuarakan pesan tegas yang seirama dan menjaga dorongan bersama bagi perdamaian Palestina.

Sugiono mengatakan, Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan pendekatan dengan berbagai mitra demi kemajuan proses perdamaian di Palestina. Partisipasi aktif masyarakat Palestina dinilai menjadi salah satu aspek utama agar perdamaian yang berkelanjutan dapat terwujud.

Pertemuan Tingkat Menteri Group of Eight merupakan kelanjutan dari koordinasi delapan negara Arab dan Islam yang diinisiasi pada High-Level Week Sidang Majelis Umum ke-80 PBB pada tahun 2025 untuk mencari langkah konkret penyelesaian isu Palestina.

Sejak saat itu, koordinasi terus diperkuat melalui pelibatan berbagai mitra, termasuk Amerika Serikat. Hal itu guna menjaga momentum diplomatik dan mendorong langkah bersama menuju perdamaian di Gaza.

0 Komentar